Pantang Pamali Cegah Covid-19, Jalan di Nanga Bulik Sepi Pintu Rumah Ditutup Rapat

Kamis, 08 Juli 2021 - 16:24 WIB
loading...
Pantang Pamali Cegah...
Pemkab Lamandau gunakan pendekatan kearifan lokal untuk pencegahan Covid-19, yaitu ritual adat tolak bala dengan rangkaian larangan pantang pamali
A A A
NANGA BULIK - Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Salah satunya melalui pendekatan kearifan lokal dalam bentuk ritual adat tolak bala dengan rangkaian larangan pantang pamali atau tidak boleh melanggar aturan.

Larangan pantang pamali yang diberlakukan kali ini masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di luar rumah selama satu hari penuh, terhitung pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WIB pada Kamis 8 Juli 2021. Larangan pantang pamali ini merupakan rangkaian Ritual Adat Dayak Tula' Bala (Tolak Bala) atau Balalayah yang diberlakukan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Lamandau yang dielaborasi dengan ketentuan pengetatan PPKM Mikro.

Ritual pantang pamali ini ternyata mendapat respons positif dari semua pihak, masyarakat betul-betul mengikuti aturan yang diberlakukan. Di kota Nanga Bulik misalnya. Semua ruang publik betul-betul sepi. Jalan-jalan protokol yang biasa sibuk dengan aktivitas masyarakat juga lengang dari lalu-lalang kendaraan.

"Saya memang bukan Suku Dayak, tapi hari ini sedang ada ritual tolak bala, saya menghormati dan mentaati ketentuan yang ada," ujar Santoso, warga RT 12 Nanga Bulik.

Dia mengaku tidak keberatan mengikuti arahan untuk tetap berdiam diri selama ritual karena kegiatan adat tersebut tujuannya untuk kabaikan masyarakat. "Kami ikhlas menjalani arahan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada hari ini. Saya yakin jika upaya ini memiliki tujuan baik dan semata-mata demi kemaslahatan bersama, sebagai upaya atau ikhtiar kita mencegah penyebaran wabah virus Covid-19 dan berbagai variannya," ujar Santoso.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Kendarai Vesmet, Pasangan...
Kendarai Vesmet, Pasangan Bacalon Hendra - Budiman Jadi Pendaftar Pertama di KPU Lamandau
Survei LSI Denny JA...
Survei LSI Denny JA di Pilkada Lamandau, Hendra Lesmana Unggul
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Berita Terkini
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved