Klaster Pabrik Miras, 13 Warga Desa Pandanlandung yang Positif COVID-19 Tersebar di 3 Dusun
Senin, 05 Juli 2021 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Klaster baru penularan COVID-19 ini muncul, setelah salah seorang karyawan pabrik tersebut menerima tamu dari luar kota. Melihat gejala sakit pada salah satu karyawannya, manajemen pabrik langsung menggelar test swab PCR, hasilnya ada sekitar 20 orang karyawan positif COVID-19 , sebanyak 13 orang di antaranya warga Desa Pandanlandung.
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto yang menerima laporan terkait adanya klaster baru penularan COVID-19 tersebut, langsung mendatangi pabrik yang ada di Desa Pandanlandung, guna memastikan pelaksanaan pencegahan penularan COVID-19 .
Baca juga: Makassar Membara, 2 Kelompok Warga Terlibat Tawuran 2 Mobil Hancur Dilempari Batu
Dari hasil pertemuannya dengan perwakilan pabrik, Didik mengaku, ada insiatif dari perusahaan untuk swab PCR terhadap para karyawannya, sehingga dapat dengan cepat diketahui ada karyawan yang positif COVID-19 .
"Para karyawan tersebut masuk kategori sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) . Untuk 13 orang yang isolasi mandiri akan diawasi oleh pemerintah desa. Sedangkan untuk perusahaan, kita tunggu analisanya seperti apa, kalau memang dimungkinkan harus ditutup sementara, ya akan ditutup sementara untuk menghindari penularan yang lebih luas. Namun kami juga meminta perusahaan memberikan jaminan hak-hak kepada karyawan yang menjalani isolasi mandiri," tegasnya.
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto yang menerima laporan terkait adanya klaster baru penularan COVID-19 tersebut, langsung mendatangi pabrik yang ada di Desa Pandanlandung, guna memastikan pelaksanaan pencegahan penularan COVID-19 .
Baca juga: Makassar Membara, 2 Kelompok Warga Terlibat Tawuran 2 Mobil Hancur Dilempari Batu
Dari hasil pertemuannya dengan perwakilan pabrik, Didik mengaku, ada insiatif dari perusahaan untuk swab PCR terhadap para karyawannya, sehingga dapat dengan cepat diketahui ada karyawan yang positif COVID-19 .
"Para karyawan tersebut masuk kategori sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) . Untuk 13 orang yang isolasi mandiri akan diawasi oleh pemerintah desa. Sedangkan untuk perusahaan, kita tunggu analisanya seperti apa, kalau memang dimungkinkan harus ditutup sementara, ya akan ditutup sementara untuk menghindari penularan yang lebih luas. Namun kami juga meminta perusahaan memberikan jaminan hak-hak kepada karyawan yang menjalani isolasi mandiri," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :