Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Sabtu, 04 Juli 2026 - 22:36 WIB
loading...
TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang kebakaran. Foto: Dok Penindakan Gakkum Kehutanan
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR Ateng Sutisna menilai kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin menjadi alarm nasional bagi seluruh pemerintah daerah untuk segera memperbaiki tata kelola persampahan. Menurutnya, pengelolaan sampah dengan metode open dumping sudah tidak bisa ditoleransi.
Ateng menilai, kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi gambaran rapuhnya sistem pengelolaan sampah nasional yang masih didominasi praktik open dumping. Ia meminta, pemerintah tidak boleh menganggap kebakaran TPA sebagai persoalan operasional semata, tetapi sebagai ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan lingkungan.
“Jatiwaringin adalah alarm keras bahwa open dumping sudah tidak bisa ditoleransi. Dalam kondisi El-Nino kuat, TPA yang dibiarkan terbuka bisa berubah menjadi tungku api raksasa yang mengancam kesehatan warga dan mencemari udara,” ujar Ateng dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: 154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
Menurutnya, potensi kebakaran TPA tinggi di tengah potensi El-Nino yang melanda Indonesia. Menurutnya, kombinasi El-Nino dan musim kemarau, meningkatkan suhu udara, serta memperbesar risiko kebakaran di berbagai TPA yang masih menggunakan sistem penimbunan terbuka.
Ateng menilai, kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi gambaran rapuhnya sistem pengelolaan sampah nasional yang masih didominasi praktik open dumping. Ia meminta, pemerintah tidak boleh menganggap kebakaran TPA sebagai persoalan operasional semata, tetapi sebagai ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan lingkungan.
“Jatiwaringin adalah alarm keras bahwa open dumping sudah tidak bisa ditoleransi. Dalam kondisi El-Nino kuat, TPA yang dibiarkan terbuka bisa berubah menjadi tungku api raksasa yang mengancam kesehatan warga dan mencemari udara,” ujar Ateng dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: 154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
Menurutnya, potensi kebakaran TPA tinggi di tengah potensi El-Nino yang melanda Indonesia. Menurutnya, kombinasi El-Nino dan musim kemarau, meningkatkan suhu udara, serta memperbesar risiko kebakaran di berbagai TPA yang masih menggunakan sistem penimbunan terbuka.
Lihat Juga :