Peringati Hari Keluarga Nasional, BKKBN Komitmen Tekan Angka Stunting
Rabu, 30 Juni 2021 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ada pula program potensi makanan berbasis lokal. Hal ini dapat memanfaatkan 20% alokasi kesehatan anggaran desa untuk peningkatan gizi bagi keluarga dan anak.
"Nanti akan didiskusikan lewat rembuk stunting kegiatan apa saja khususnya pemberian makanan tambahan lokal. Bahan bakunya dibeli di masyarakat. Misalnya buat kolak, itu pakai kelapa, pisang dari lokal, siapa yang masak pembiayaannya diatur sedemikian rupa," tuturnya.
Selanjutnya, BKKBN juga mendorong ketahanan ekonomi keluarga dengan bercocok tanam di halaman rumah. Bibitnya dapat disediakan lewat program desa.
"Masyarakat bisa tanam pepaya depan rumah, seperti di Bulukumba itu banyak yang tanam buah naga dan jahe merah depan rumahnya, makanan seperti ini kaya gizi dan bisa diperoleh secara berkesinambungan," tuturnya.
Baca Juga: Hari Keluarga Nasional, Momentum Keluarga Indonesia Cegah Stunting
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel , Andi Ritamariani mengatakan data terakhir angka stunting di Sulsel mencapai 30,5%.
Dimana tahun ini tercatat 17 lokus stunting, dimana jumlahnya lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang jumlah lokus yang ada sebesar 11 kabupaten.
"Nanti akan didiskusikan lewat rembuk stunting kegiatan apa saja khususnya pemberian makanan tambahan lokal. Bahan bakunya dibeli di masyarakat. Misalnya buat kolak, itu pakai kelapa, pisang dari lokal, siapa yang masak pembiayaannya diatur sedemikian rupa," tuturnya.
Selanjutnya, BKKBN juga mendorong ketahanan ekonomi keluarga dengan bercocok tanam di halaman rumah. Bibitnya dapat disediakan lewat program desa.
"Masyarakat bisa tanam pepaya depan rumah, seperti di Bulukumba itu banyak yang tanam buah naga dan jahe merah depan rumahnya, makanan seperti ini kaya gizi dan bisa diperoleh secara berkesinambungan," tuturnya.
Baca Juga: Hari Keluarga Nasional, Momentum Keluarga Indonesia Cegah Stunting
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel , Andi Ritamariani mengatakan data terakhir angka stunting di Sulsel mencapai 30,5%.
Dimana tahun ini tercatat 17 lokus stunting, dimana jumlahnya lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang jumlah lokus yang ada sebesar 11 kabupaten.
Lihat Juga :