BKKBN Kunjungan ke Aceh, Beri Penyuluhan Kesehatan Reproduksi
Selasa, 06 Agustus 2024 - 19:49 WIB
loading...
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto, beserta jajaran melakukan kunjungan kerja di Provinsi Aceh. Foto/Istimewa
A
A
A
ACEH SINGKIL - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ), dokter Hasto, beserta jajaran melakukan kunjungan kerja di Provinsi Aceh. Kunjungan tersebut untuk Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) di Wilayah Khusus Kabupaten Aceh Singkil.
Dokter Hasto mengatakan, pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Singkil saat ini dilakukan melalui pelayanan KB. Mengingat rata-rata perempuan di kabupaten tersebut hamil dengan jarak kelahiran sangat berdekatan.
“Supaya anak tidak stunting, perlu dijaga betul jarak antar kelahiran. Kalau kurang tiga tahun, stunting berpotensi sangat tinggi. KB mencegah jarak antar anak yang sangat pendek, kurang dari tiga tahun," ujar dokter Hasto di Makodim 0109/Aceh Singkil, Selasa (6/8/2024).
Baca juga; Wapres: Peran BKKBN Harus Kembali Digemakan
Dokter Hasto juga mengingatkan jika perempuan sudah umur 35 ke atas sebaiknya tidak hamil lagi karena berisiko bagi anak dan ibu. Ditambah berpotensi melahirkan anak stunting sangat tinggi.
“Jangan juga hamil terlalu muda kurang dari 20 tahun karena berpotensi hal yang sama,” urai dokter Hasto.
Diketahui, di Kabupaten Aceh Singkil terdapat perkawinan di usia dini kurang dari 20 tahun. "Lumayan, ada 30 orang per 1.000. Jadi, yang perlu kita usahakan KB-nya dulu," kata dokter Hasto.
Dokter Hasto mengatakan, pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Singkil saat ini dilakukan melalui pelayanan KB. Mengingat rata-rata perempuan di kabupaten tersebut hamil dengan jarak kelahiran sangat berdekatan.
“Supaya anak tidak stunting, perlu dijaga betul jarak antar kelahiran. Kalau kurang tiga tahun, stunting berpotensi sangat tinggi. KB mencegah jarak antar anak yang sangat pendek, kurang dari tiga tahun," ujar dokter Hasto di Makodim 0109/Aceh Singkil, Selasa (6/8/2024).
Baca juga; Wapres: Peran BKKBN Harus Kembali Digemakan
Dokter Hasto juga mengingatkan jika perempuan sudah umur 35 ke atas sebaiknya tidak hamil lagi karena berisiko bagi anak dan ibu. Ditambah berpotensi melahirkan anak stunting sangat tinggi.
“Jangan juga hamil terlalu muda kurang dari 20 tahun karena berpotensi hal yang sama,” urai dokter Hasto.
Diketahui, di Kabupaten Aceh Singkil terdapat perkawinan di usia dini kurang dari 20 tahun. "Lumayan, ada 30 orang per 1.000. Jadi, yang perlu kita usahakan KB-nya dulu," kata dokter Hasto.
Lihat Juga :