Peringati Hari Keluarga Nasional, BKKBN Komitmen Tekan Angka Stunting
Rabu, 30 Juni 2021 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
"2020 lokus stunting ada 11, tahun ini ada 17 kabupaten, tetapi secara nasional untuk 2024 itu harus dicapai 14%," katanya.
Hari Keluarga Nasional tahun ini yang dimulai dalam rangkaian kegiatan sejak 21 Juni lalu dilaporkan telah sepenuhnya selesai pada 29 Juni.
Baca Juga: Penyuluhan dan Pemahaman Orangtua tentang Stunting Dinilai Penting
Rita melaporkan sejumlah kegiatan tersebut diantaranya Tanggal 21 Juni 2021 BKKBN melaksanakan Apel Kesiapan Harganas-28 tahun 2021 dan Silaturahmi dengan Paguyuban Juang (PJK) Sulsel dilanjutkan dengan Bakti sosial dengan berbagi paket sembako kepada Keluarga Pra Sejahtera dan Pegawai Kontrak Lingkup BKKBN Sulsel. Kegiatan juga dirangkaikan dengan Donor Darah.
Sebelumnya, BKKBN juga telah melakukan kunjungan ke Lapas Anak di Kabupaten Gowa , kunjungan ke Panti Jompo dan sejumlah Panti Asuhan. Serta pada puncak peringatan Harganas ke-28, dilakukan virtual meeting bersama Wakil Presiden RI dan launching vaksin Covid-19 bagi ibu hamil dan anak remaja.
"Dalam penanganan stunting, keluarga merupakan komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan maupun penanggulangannya. Hal ini disebabkan karena masalah gizi, sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga, yaitu praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan dan masih kurangnya akses rumah tangga atau keluarga untuk mengkonsumsi makanan bergizi," tutur Rita.
Baca Juga: Pemkab Gowa Siap Turunkan Prevalensi Stunting Sesuai Target Nasional
Hari Keluarga Nasional tahun ini yang dimulai dalam rangkaian kegiatan sejak 21 Juni lalu dilaporkan telah sepenuhnya selesai pada 29 Juni.
Baca Juga: Penyuluhan dan Pemahaman Orangtua tentang Stunting Dinilai Penting
Rita melaporkan sejumlah kegiatan tersebut diantaranya Tanggal 21 Juni 2021 BKKBN melaksanakan Apel Kesiapan Harganas-28 tahun 2021 dan Silaturahmi dengan Paguyuban Juang (PJK) Sulsel dilanjutkan dengan Bakti sosial dengan berbagi paket sembako kepada Keluarga Pra Sejahtera dan Pegawai Kontrak Lingkup BKKBN Sulsel. Kegiatan juga dirangkaikan dengan Donor Darah.
Sebelumnya, BKKBN juga telah melakukan kunjungan ke Lapas Anak di Kabupaten Gowa , kunjungan ke Panti Jompo dan sejumlah Panti Asuhan. Serta pada puncak peringatan Harganas ke-28, dilakukan virtual meeting bersama Wakil Presiden RI dan launching vaksin Covid-19 bagi ibu hamil dan anak remaja.
"Dalam penanganan stunting, keluarga merupakan komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan maupun penanggulangannya. Hal ini disebabkan karena masalah gizi, sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga, yaitu praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan dan masih kurangnya akses rumah tangga atau keluarga untuk mengkonsumsi makanan bergizi," tutur Rita.
Baca Juga: Pemkab Gowa Siap Turunkan Prevalensi Stunting Sesuai Target Nasional
(agn)
Lihat Juga :