Bupati Instruksikan Dinas PU Wajo Cari Solusi Tangani Banjir
Selasa, 29 Juni 2021 - 15:35 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud meninjau sejumlah titik banjir di Kota Sengkang, Selasa (29/6/2021). Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengakibatkan banjir dan genangan air terjadi di beberapa lokasi. Salah satunya di Jalan R W Mongisidi, Kelurahan Maddukkelleng, Kecamatan Tempe, yang ditinjau langsung Bupati Wajo, Amran Mahmud , Senin (29/6).
Amran masih mengenakan pakaian dinas harian (PDH) saat melakukan peninjauan di lokasi banjir. Dia berkeliling melihat kondisi drainase sekaligus berinteraksi dengan warga.
Baca juga:Amran Mahmud Dikenal Sebagai Sosok Pemimpin Sederhana
Dari laporan yang diterima, banjir diakibatkan luapan air dari saluran drainase yang tersumbat akibat sampah. Banjir kurang lebih berlangsung selama satu jam.
"Saya baru saja pulang dari melayat salah seorang warga kita di Kelurahan Atakkae, kemudian saya mendapat informasi bahwa terjadi banjir, saya langsung ke sini," ucap Amran .
Amran mengaku sudah memberikan instruksi kepada perangkat daerah terkait untuk segera melakukan penanganan.
"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk mencarikan solusi dan menangani saluran drainase. Sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menangani masalah sampah dan pembersihan saluran air," beber Amran .
Baca juga:Mobil Damkar Wajo Kecelakaan Usai Padamkan Api, Satu Personel Tewas
Dia juga berjanji segera mengambil langkah antisipatif agar banjir bisa diminimalisir. "Kami akan melakukan upaya terbaik agar air tidak meluap dan menyebabkan banjir pada saat terjadi hujan deras," ucap Amran kepada masyarakat yang ada di lokasi.
Sesaat setelah meninjau lokasi, tim dari OPD terkait langsung bergerak membersihkan drainase yang sempat tersumbat, seperti mengangkat tumpukan sampah.
Dari Kelurahan Maddukkelleng, Amran bertolak ke Desa Inalipue, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, yang akhir pekan lalu dilanda banjir bandang . Selain meninjau, juga akan ada penyerahan bantuan kepada warga terdampak.
Baca juga:Pengadilan Agama Sengkang Luncurkan Aplikasi Sutera
Data terakhir tercatat, ada empat desa yang terdampak banjir bandang , yaitu Desa Inalipue 85 kepala keluarga (KK) dengan 5 KK tingkat kerusakan rumah berat, 2 KK kerusakan sedang, 78 KK terdampak. Lalu, Desa Mannagae 115 KK, Desa Tonralipue 17 KK, dan Desa Lowa 259 KK masing-masing hanya terdampak.
Pemkab Wajo pun bakal mengalokasikan dana untuk bantuan kepada seluruh yang terdampak."Untuk yang tingkat kerusakan berat akan diserahkan uang tunai Rp2.500.000, ditambah paket sembako. Kerusakan sedang uang tunai Rp1.500.000 dan sembako, serta yang terdampak akan diserahkan paket sembako," beber Amran.
Amran masih mengenakan pakaian dinas harian (PDH) saat melakukan peninjauan di lokasi banjir. Dia berkeliling melihat kondisi drainase sekaligus berinteraksi dengan warga.
Baca juga:Amran Mahmud Dikenal Sebagai Sosok Pemimpin Sederhana
Dari laporan yang diterima, banjir diakibatkan luapan air dari saluran drainase yang tersumbat akibat sampah. Banjir kurang lebih berlangsung selama satu jam.
"Saya baru saja pulang dari melayat salah seorang warga kita di Kelurahan Atakkae, kemudian saya mendapat informasi bahwa terjadi banjir, saya langsung ke sini," ucap Amran .
Amran mengaku sudah memberikan instruksi kepada perangkat daerah terkait untuk segera melakukan penanganan.
"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk mencarikan solusi dan menangani saluran drainase. Sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menangani masalah sampah dan pembersihan saluran air," beber Amran .
Baca juga:Mobil Damkar Wajo Kecelakaan Usai Padamkan Api, Satu Personel Tewas
Dia juga berjanji segera mengambil langkah antisipatif agar banjir bisa diminimalisir. "Kami akan melakukan upaya terbaik agar air tidak meluap dan menyebabkan banjir pada saat terjadi hujan deras," ucap Amran kepada masyarakat yang ada di lokasi.
Sesaat setelah meninjau lokasi, tim dari OPD terkait langsung bergerak membersihkan drainase yang sempat tersumbat, seperti mengangkat tumpukan sampah.
Dari Kelurahan Maddukkelleng, Amran bertolak ke Desa Inalipue, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, yang akhir pekan lalu dilanda banjir bandang . Selain meninjau, juga akan ada penyerahan bantuan kepada warga terdampak.
Baca juga:Pengadilan Agama Sengkang Luncurkan Aplikasi Sutera
Data terakhir tercatat, ada empat desa yang terdampak banjir bandang , yaitu Desa Inalipue 85 kepala keluarga (KK) dengan 5 KK tingkat kerusakan rumah berat, 2 KK kerusakan sedang, 78 KK terdampak. Lalu, Desa Mannagae 115 KK, Desa Tonralipue 17 KK, dan Desa Lowa 259 KK masing-masing hanya terdampak.
Pemkab Wajo pun bakal mengalokasikan dana untuk bantuan kepada seluruh yang terdampak."Untuk yang tingkat kerusakan berat akan diserahkan uang tunai Rp2.500.000, ditambah paket sembako. Kerusakan sedang uang tunai Rp1.500.000 dan sembako, serta yang terdampak akan diserahkan paket sembako," beber Amran.
(luq)
Lihat Juga :