Diterjang Banjir, Rumah Nenek di Wajo Roboh Saat Ditinggal Salat
Rabu, 05 Agustus 2020 - 01:13 WIB
loading...
Rumah panggung milik Siti (70) di Kelurahan Teddaopu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, roboh diterjang banjir. Foto/iNews TV/Amnar Sengkang
A
A
A
WAJO - Rumah roboh akibat terjangan banjir Sungai Walenae, dan Danau Tempe, menghebohkan warga Kelurahan Teddaopu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo , Sulawesi Selatan.
(Baca juga: Banjir Besar Memutus Jalur Lalulintas di Tanggamus )
Saat kejadian tersebut, pemilik rumah yang diketahui bernama Siti, sedang melaksanakan salat. Nenek yang telah berusia 70 tahun tersebut selamat dari insiden ini. Namun, rumah panggungnya tidak lagi bisa ditempati.
Tim Rekasi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo , langsung mengevakuasi pemilik rumah beserta harta bendanya ke tempat yang lebih aman.
Robohnya rumah panggung tersebut, diduga akibat tiang penyangganya sudah lapuk karena selama berminggu-minggu terendam air banjir setinggi 30 cem-3 meter. Hingga kini, banjir masih merendam puluhan desa dan kelurahan di enam kecamatan.
Menurut Lurah Teddopu, Irfgan Susandana, proses evakuasi korban dan harta bendanya sudah selesai dilakukan. "Korban dan harta bendanya dievakuasi ke rumah sanak keluarganya yang terdekat, dan kondisi rumahnya aman," tuturnya.
(Baca juga: 7 Desa dan Kelurahan di Kota Depasar Nol Kasus COVID-19 )
(Baca juga: Banjir Besar Memutus Jalur Lalulintas di Tanggamus )
Saat kejadian tersebut, pemilik rumah yang diketahui bernama Siti, sedang melaksanakan salat. Nenek yang telah berusia 70 tahun tersebut selamat dari insiden ini. Namun, rumah panggungnya tidak lagi bisa ditempati.
Tim Rekasi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo , langsung mengevakuasi pemilik rumah beserta harta bendanya ke tempat yang lebih aman.
Robohnya rumah panggung tersebut, diduga akibat tiang penyangganya sudah lapuk karena selama berminggu-minggu terendam air banjir setinggi 30 cem-3 meter. Hingga kini, banjir masih merendam puluhan desa dan kelurahan di enam kecamatan.
Menurut Lurah Teddopu, Irfgan Susandana, proses evakuasi korban dan harta bendanya sudah selesai dilakukan. "Korban dan harta bendanya dievakuasi ke rumah sanak keluarganya yang terdekat, dan kondisi rumahnya aman," tuturnya.
(Baca juga: 7 Desa dan Kelurahan di Kota Depasar Nol Kasus COVID-19 )
Lihat Juga :