Diterjang Banjir, Rumah Nenek di Wajo Roboh Saat Ditinggal Salat

loading...
Diterjang Banjir, Rumah Nenek di Wajo Roboh Saat Ditinggal Salat
Rumah panggung milik Siti (70) di Kelurahan Teddaopu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, roboh diterjang banjir. Foto/iNews TV/Amnar Sengkang
WAJO - Rumah roboh akibat terjangan banjir Sungai Walenae, dan Danau Tempe, menghebohkan warga Kelurahan Teddaopu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

(Baca juga: Banjir Besar Memutus Jalur Lalulintas di Tanggamus)

Saat kejadian tersebut, pemilik rumah yang diketahui bernama Siti, sedang melaksanakan salat. Nenek yang telah berusia 70 tahun tersebut selamat dari insiden ini. Namun, rumah panggungnya tidak lagi bisa ditempati.

Tim Rekasi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, langsung mengevakuasi pemilik rumah beserta harta bendanya ke tempat yang lebih aman.



Robohnya rumah panggung tersebut, diduga akibat tiang penyangganya sudah lapuk karena selama berminggu-minggu terendam air banjir setinggi 30 cem-3 meter. Hingga kini, banjir masih merendam puluhan desa dan kelurahan di enam kecamatan.

Menurut Lurah Teddopu, Irfgan Susandana, proses evakuasi korban dan harta bendanya sudah selesai dilakukan. "Korban dan harta bendanya dievakuasi ke rumah sanak keluarganya yang terdekat, dan kondisi rumahnya aman," tuturnya.

(Baca juga: 7 Desa dan Kelurahan di Kota Depasar Nol Kasus COVID-19)



Selain ancaman kerusakan rumah warga akibat terjangan banjir yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan tersebut, kondisi para pengungsi di tenda pengungsian juga cukup memprihatinkan.

Mereka tidak punya pilihan selain tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya, karena tidak memungkinkan untuk menempati rumahnya yang kini terendam air banjir. Para pengungsi juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

(Baca juga: Dilindas Truk, Pemotor Meregang Nyawa di Jalur Grobogan-Blora)

"Kami sudah satu bulan berada di tenda pengungsian. Saat ini kami sering kehabisan air minum dan kesulitan mendapatkan makanan bayi," ujar salah satu pengungsi, Besse Suhaini.

Hingga saat ini ada ada 54 desa dan kelurahan di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo, masih terendam air banjir dengan ketinggian 30 cm-3 meter. Jumlah pengungsi mandiri sebanyak 21 jiwa, dan yang ada di Posko Pengungsian ada sebanyak 103 jiwa. Sedangkan yang terdampak banjir mencapai sebanyak 50.131 jiwa.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top