COVID-19 di Jatim Sasar Anak-anak, 14.173 Positif dan 75 Meninggal Dunia
Senin, 28 Juni 2021 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, katanya, ketika melakukan liburan atau jalan-jalan ke tempat publik yang ramai juga menjadi salah satu faktor. Hal ini juga meningkatkan risiko klaster keluarga bisa terjadi. Sebab, anggota keluarga berpotensi membawa virus saat kembali ke lingkungan rumah atau warga.
Baca juga: Maros Gempar, Pasangan Sejoli Asyik Mesum di Masjid Lalu Curi Kotak Amal
"Sekali lagi, anak-anak kita harus kita lindungi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari klaster keluarga tentu dengan protokol kesehatan COVID-19 ," ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, para keluarga juga harus memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik. Caranya dengan sering membuka jendela maupun pintu agar udara bisa bergantian.
"Perlu dicatat juga, walaupun sesama anggota keluarga, durasi dalam berinteraksi juga sebaiknya dibatasi. Termasuk tetap melakukan physical distancing . Menggunakan alat makan yang berbeda dan segera cuci alat makan setelah menggunakannya," jelasnya.
Baca juga: Maros Gempar, Pasangan Sejoli Asyik Mesum di Masjid Lalu Curi Kotak Amal
"Sekali lagi, anak-anak kita harus kita lindungi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari klaster keluarga tentu dengan protokol kesehatan COVID-19 ," ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, para keluarga juga harus memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik. Caranya dengan sering membuka jendela maupun pintu agar udara bisa bergantian.
"Perlu dicatat juga, walaupun sesama anggota keluarga, durasi dalam berinteraksi juga sebaiknya dibatasi. Termasuk tetap melakukan physical distancing . Menggunakan alat makan yang berbeda dan segera cuci alat makan setelah menggunakannya," jelasnya.
(eyt)
Lihat Juga :