PPKM Mikro Diterapkan, Aktivitas di Anjungan Losari Dibatasi
Kamis, 24 Juni 2021 - 21:41 WIB
loading...
Aktivitas warga di Anjungan Losari dibatasi selama penerapan PPKM Mikro. Foto: Sindonews/dok
A
A
A
MAKASSAR - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Makassar ikut membawa dampak pada sejumlah kawasan wisata , salah satunya Wisata Anjungan Losari.
Pembatasan aktivitas malam hingga jam 20.00 WITA membuat kawasan tersebut sepi pengunjung saat malam hari, padahal kawasan tersebut selalu dipadati pengunjung di jam-jam tersebut.
Kepala UPTD Losari Nurul Akbar mengaku, pembatasan aktivitas di sana mau tidak mau memberi dampak buruk pada para pedagang.
Baca Juga: Asosiasi Garda Dukung PPKM Mikro Dibanding Harus Lockdown
Keluhan kata dia, sudah kerap diterima sejak pembatasan sebelumnya yaitu hingga pukul 22.00 WITA, belakangan kembali marak keluhan yang masuk setelah jam diturunkan ke 20.00 WITA.
"Mereka banyak yang mengeluh ke kita karena sudah dibatasi (aktivitas), padahal di sana itu kan ramainya jam-jam malam, efektifnya mulai magrib, dan pasti sedikit waktunya menjual," ungkap Akbar.
Ia mengatakan, sebanyak 227 pedagang yang terdiri dari pedagang pisang epe dan PKL menggantungkan nasib di sana. Dirinya juga telah menjelaskan kondisi yang ada namun dia mengatakan beberapa pedagang masih sulit menerima.
Pembatasan aktivitas malam hingga jam 20.00 WITA membuat kawasan tersebut sepi pengunjung saat malam hari, padahal kawasan tersebut selalu dipadati pengunjung di jam-jam tersebut.
Kepala UPTD Losari Nurul Akbar mengaku, pembatasan aktivitas di sana mau tidak mau memberi dampak buruk pada para pedagang.
Baca Juga: Asosiasi Garda Dukung PPKM Mikro Dibanding Harus Lockdown
Keluhan kata dia, sudah kerap diterima sejak pembatasan sebelumnya yaitu hingga pukul 22.00 WITA, belakangan kembali marak keluhan yang masuk setelah jam diturunkan ke 20.00 WITA.
"Mereka banyak yang mengeluh ke kita karena sudah dibatasi (aktivitas), padahal di sana itu kan ramainya jam-jam malam, efektifnya mulai magrib, dan pasti sedikit waktunya menjual," ungkap Akbar.
Ia mengatakan, sebanyak 227 pedagang yang terdiri dari pedagang pisang epe dan PKL menggantungkan nasib di sana. Dirinya juga telah menjelaskan kondisi yang ada namun dia mengatakan beberapa pedagang masih sulit menerima.
Lihat Juga :