alexametrics

Pedagang Terduga Corona Meninggal, Pasar Kebun Semai Ditutup

loading...
Pedagang Terduga Corona Meninggal, Pasar Kebun Semai Ditutup
Pasar Kebon Semai Ditutup. Foto/SINDOnews/BerliZulkanedi
A+ A-
PALEMBANG - Merespons adanya seorang pedagang Pasar Kebon Semai Sekip, Palembang, yang diduga menigggal akibat Corona, PD Pasar Palembang Jaya mengambil langkah cepat. Pasar tradisional yang kerap ramai ini dipastikan akan tutup sementara untuk dilakukan sterilisasi di dalam pasar. “Kita akan ikuti sesuai anjuran Jubir Penanganan kasus Covid-19, Pasar Kebun Semai ditutup sementara,” ujar Dirut PD Pasar Palembang Jaya Abdul Rizal, Selasa (26/5/2020).

Dikatakan Rizal, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas dan dinas kesehatan untuk melakukan sterilisasi pasar. "Biasanya pasar tradisional kembali beroperasi H+3, usai Lebaran. Dengan adanya kejadian itu, pasar tutup akan lebih lama sebelum dinyatakan steril dan lebih 150 pedagang menjalani rapid test,” katanya. (Baca:Hadapi New Normal, Jokowi Akan Gelar Pasukan TNI/Polri di 4 Provinsi)

Peristiwa itu, kata Rizal, juga mebuat pihak pasar akan lebih memperketat pengawasan kepada pedagang dan pembeli untuk seluruh pasar tradisional yang ada. “Kita tetap mengikuti protokol kesehatan dan intruksi wali kota dan SK Dirut PD Pasar. Pedagang atau pembeli yang tidak mengikuti protokol kesehatan kita suruh pulang dari pasar,” tandasnya.



Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Yuwono, membenarkan ada terduga Corona atau PDP meninggal dunia. "Ya N adalah pasien meninggal terduga Corona. Dimakamkan kemarin (Senin, 25/5) sesuai protokol pemakaman pasien terduga Corona. Belum sempat di-swab karena pasien baru datang di IGD. Riwayat penyakit sebelumnya diabetes dan hipertensi," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya tetangga almarhumah, untuk tetap tenang dan akan dilakukan tracking kontak langsung. "Saran saya semua tetangga tenang dan tetap jaga jarak. Insya Allah dinkes akan tracking," katanya.
(ihs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak