Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tangis Pecah di Kuansing, Terjebak Kebakaran Hebat Ibu dan Anak Tewas Berpelukan

loading...
Tangis Pecah di Kuansing, Terjebak Kebakaran Hebat Ibu dan Anak Tewas Berpelukan
Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing, Riau, Minggu (20/6/2021) malam. Dua korban tewas, dan dua lagi mengalami luka bakar. Foto/MPI/Banda Haruddin Tanjung
KUANSING - Ibu dan anak, Rismiati (33) dan Naya (5) ditemukan tewas mengenaskan setelah rumahnya terbakar hebat , Minggu (20/6/2021) malam. Kedua korban terjebak dalam kobaran api yang membakar rumah di Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing, Riau.

Baca juga: Ada Kepulan Asap dan Titik Api di Lapas Tempat Para Koruptor Mendekam, Ini Penyebabnya

Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengenaskan. Sekujur tubuhnya hangus terbakar . "Penyebab kebakaran masih diselidiki petugas," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Minggu (20/6/2021).



Sunarto menjelaskan, selain dua korban meninggal dunia, ada dua korban lain mengalami luka bakar . Mereka adalah Edo (10) dan Riki (8). Keduanya juga merupakan putra dari Rosmiati. Baca juga: COVID-19 Menggila, Usai Gelar Hajatan Satu Dusun di Kabupaten Malang Lockdown

Keterangan saksi, bahwa seorag warga yang kebetulan melintas melihat rumah korban terbakar . Merekapun membangunkan warga lain untuk melakukan pemadaman. Sementara warga lain masuk ke rumah, walau saat itu api mulai membesar.



Saat masuk ke rumah, mereka berhasil menemukan dua orang yakni Edo, dan Riki. Mereka pun berhasil membawa kedua bocah itu keluar dari kobaran abi . Sementara mereka tidak melihat Rosmiati, dan Naya.

Baca juga: Tapanuli Tengah Gempar, Ribuan Ikan Dari Dasar Laut Bermunculan ke Permukaan

"Warga berhasil masuk ke dalam rumah korban yang sedang terbakar lewat pintu belakang. Mereka menjumpai dua anak korban yang sudah tidak sadarkan diri, dan langsung membawa keluar," imbuhnya.

Sementara kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah satu jam lamanya dilakukan upaya pemadaman. Pihak kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Kerugian ditaksir Rp 100 juta," terang Sunarto.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top