Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pelestarian Satwa Langka, 5 Orangutan Dikembalikan ke TN-BBBR Kalteng

loading...
Pelestarian Satwa Langka, 5 Orangutan Dikembalikan ke TN-BBBR Kalteng
Bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), BKSDA Kalteng dan Taman Nasional , Bank Central Asia Tbk (BCA) ikut mendukung kegiatan pelepasliaran lima orangutan. Foto istimewa
JAKARTA - Bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), BKSDA Kalteng dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TN-BBBR), Bank Central Asia Tbk (BCA) ikut mendukung kegiatan pelepasliaran lima orangutan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng ke hutan TNBBBR di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

EVP CSR BCA Inge Setiawati mengatakan, konservasi orangutan harus dilakukan terus-menerus sehingga satwa langka yang dilindungi tersebut dapat dilestarikan secara berkesinambungan. Baca juga: Nahas, Petugas Taman Nasional di Afsel Tewas Dimangsa Singa

"Perhatian BCA terhadap pelestarian orangutan tersebut dilakukan secara holistik melalui program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan, program penanaman pohon, dan program edukasi pelestarian lingkungan untuk masyarakat," ujar Inge dalam pernyataanya, Jumat (11/6/2021).

Pelepasliaran 5 dari 7 orangutan itu sendiri, jelasnya, dilaksanakan pada 3-5 Juni 2021 dengan menggunakan moda transportasi darat dan air, dengan seluruh waktu perjalanan (termasuk isitirahat) diperkirakan sekitar 15-20 jam. Inge menambahkan, Indonesia dikaruniai dengan berbagai kekayaan alam, flora dan fauna, serta satwa-satwa unik yang langka untuk skala dunia.



"Perhatian dan dukungan semua pihak dalam melestarikan lingkungan dalam rangka menyediakan ekosistem yang kondusif untuk keseimbangan habitat merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan dan melestarikan kekayaan alam tersebut." katanya. Baca juga: Orangutan di Penangkaran Telah Menciptakan Cara Baru untuk Berkomunikasi

Dukungan BCA terhadap pelestarian dan pelepasliaran orangutan telah dilaksanakan sejak 2012. Setidaknya, selamak 2021, sebanyak 43 individu telah telah dilepasliarkan. "Keberadaan mereka di pusat rehabilitasi hanyalah sementara. Melalui bantuan ini, kami ke depan orangutan siap dan mampu kembali hidup bebas terlindungi di hutan," tambahnya.

Inge menambahkan, pihaknya juga melaksanakan kegiatan Orangutan Goes To School (OGTS) dan Financial Literacy (FL), yaitu roadshow ke sekolah-sekolah di Palangkaraya untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan kehidupan satwa langka khas Indonesia khususnya orangutan kepada para siswa sejak dini.

"Para generasi muda diajak ikut dalam kegiatan peduli lingkungan dan spesies, serta mengedukasi generasi muda bijak mengelola keuangan sejak dini," tututpnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top