Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Kisah Aksi Heroik Cakradireja Kuasai Kewedanaan Karawang dan Tewaskan 47 Tentara Jepang

loading...
Kisah Aksi Heroik Cakradireja Kuasai Kewedanaan Karawang dan Tewaskan 47 Tentara Jepang
Cakradireja merupakan sosok pejuang yang berjasa melawan kekejaman tentara Jepang. Bahkan dia bersama teman-temannya berhasil menguasai kewedanan Karawang dan melucuti tentara Jepang. Foto SINDOnews/Nila K
Nama Cakradireja dikenal oleh kebanyakan masyarakat Karawang sebagai nama sebuah jalan kabupaten yang berlokasi di Kelurahan Karangpawitan. Padahal Cakradireja merupakan sosok pejuang yang berjasa melawan kekejaman tentara Jepang. Bahkan dia bersama teman-temannya berhasil menguasai kewedanan Karawang dan melucuti tentara Jepang.

Salah satu keturunan Cakradireja yaitu, Jerman Abdul Qadir, mengungkapkan kisah heroik Cakradireja dan kawan-kawan yang berhasil melucuti tentara Jepang. Peristiwa pelucutan tentara Jepang di Kewedanaan Karawang itu menjadi pijakan pejuang kemerdekaan mengusir tentara Jepang di Karawang. Kejadian itu terjadi sebelum berkumandang kemerdekaan Indonesia tahun 1945 di Rengasdengklok.

Baca : Bakar Rumah dan Bunuh Warga Ilaga, Pentolan KKB Numbuk Talenggen Terus Diburu

Pelucutan tentara Jepang bermula ketika Cakradireja bekerja sama dengan teman seperjuangannya yang menjadi Kepala Politie Karawang, Komar Surawidjaya, memastikan keamanan teman-temannya melewati pos penjagaan yang dijaga oleh tentara Jepang yang kebanyakan dari pribumi.

"Semula kedatangan mereka akan ditembak tentara Jepang, saat melewati pos penjagaan. Namun Komarudin berhasil mencegah," kata Jerman Abdul Qadir, Kamis (10/6/21).



Menurut Jerman Abdul Qadir, setelah lolos dari penjagaan kemudian Cakradireja mengajak kawan-kawan seperjuangan menguasai untuk kewedanaan Karawang. Seluruh kekuatan di kerahkan seperti memanggil teman seperjuangan dan mengajak para pelajar berjuangan menguasai kantor kewedanaan Karawang.

Kantor kewedanan berhasil dikuasai setelah menyerang penjaga yang menewaskan 47 tentara Jepang, yang kebanyakan pribumi. Akhirnya tentara Jepang pribumi lainnya menyerah dan memilih bergabung dengan pejuang.

"Berdasarkan catatan yang ada ketika itu, banyak rakyat yang mengundurkan diri menjadi tentara Jepang. Itu termasuk Mayor Lukas Kustaryo yang berkedudukan di Cikampek," katanya.

Baca juga : Kontak Tembak Antara Pasukan TNI-Polri dengan KKB Kembali Terjadi di Pinapa Ilaga Papua


Setelah pelucutan, Cakradireja membentuk pertahanan Karawang barat, bagian logistik. Membentuk PMI Cabang Karawang dan membentuk Pusat Pertolongan Keluarga Korban Perjuangan (PPKKP). Namun pertahanan Karawang Barat berhasil dijebol oleh agresi tentara Belanda datang setelah tentara Jepang pergi. Akhirnya Cakradireja mundur ke Dawuan, Kali Urip.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top