14 Santri di Surabaya Terinfeksi COVID-19, Diduga Tertular dari Klaster Bangkalan
Kamis, 10 Juni 2021 - 19:39 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Sebanyak 14 santri di pondok pesantren (ponpes) Surabaya saat ini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya setelah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Para santri ini diduga tertular temannya yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Madura.
Penanggungjawab RSLI dr Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, ke-14 santri yang diketahui positif COVID-19 bermula dari 2 santri asal Madura yang terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu. Keduanya lantas di swab antigen dan hasilnya positif COVID-19.
Baca juga: Persakmi Sebut Peningkatan Kasus COVID-19 di Surabaya Dipengaruhi Bangkalan
“Dua santri itu dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 berdasarkan hasil tes swab PCR. Kemudian Satgas COVID-19 melakukan pelacakan terhadap seluruh santri di pesantren tersebut,” katanya, Kamis (10/6/2021).
Setelah terkonfirmasi positif, maka dilakukan pengembangan tracing dan swab PCR kepada semua santri pondok dengan mendapatkan hasil 14 santri dinyatakan positif COVID-19. Meski begitu Nalendra tak mengungkap dari pesantren mana saja mereka berasal. “CT Value dari 14 orang tersebut berada di bawah angka 25. Untuk itu supaya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak," ucapnya.
Penanggungjawab RSLI dr Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, ke-14 santri yang diketahui positif COVID-19 bermula dari 2 santri asal Madura yang terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu. Keduanya lantas di swab antigen dan hasilnya positif COVID-19.
Baca juga: Persakmi Sebut Peningkatan Kasus COVID-19 di Surabaya Dipengaruhi Bangkalan
“Dua santri itu dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 berdasarkan hasil tes swab PCR. Kemudian Satgas COVID-19 melakukan pelacakan terhadap seluruh santri di pesantren tersebut,” katanya, Kamis (10/6/2021).
Setelah terkonfirmasi positif, maka dilakukan pengembangan tracing dan swab PCR kepada semua santri pondok dengan mendapatkan hasil 14 santri dinyatakan positif COVID-19. Meski begitu Nalendra tak mengungkap dari pesantren mana saja mereka berasal. “CT Value dari 14 orang tersebut berada di bawah angka 25. Untuk itu supaya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak," ucapnya.
Lihat Juga :