Meski COVID-19, BPKH Optimistis 2022 Bisa Kejar Imbal Hasil Investasi 8 Persen
Kamis, 10 Juni 2021 - 14:06 WIB
loading...
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) optimistis tahun depan bisa mengejar imbal hasil investasi sebesar 8 persen, meski saat ini didera pandemi COVID-19, tetap optimistis. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) optimistis tahun depan bisa mengejar imbal hasil investasi sebesar 8 persen, meski saat ini didera pandemi COVID-19, tetap optimistis. Hal ini diungkapkan Anggota BPKH Bidang Investasi, Benny Wicaksono, pada Kamis (10/6).
Benny mengatakan bahwa saat ini investasi tergerus oleh pandemi. Namun, investasi dana haji yang dilakukan oleh BPKH masih dalam batas aman. Hal tersebut, lanjutnya, karena beberapa instrumen yang dilakukan antara lain, investasi langsung ke emas yang cukup menjanjikan. Baca juga: BPKH Sebut Calon Jamaah Bisa Tarik Kembali Dana Haji, Simak di iNews Siang Rabu Pukul 11.00 WIB
“Selain itu, mayoritas investasi dilakukan BPKH juga menyasar surat berharga syariah negara (SBSN), Sukuk Korporasi, dan Surat Berharga Korporasi,” kata Benny dalama pernyataannya.
Menurut Benny, investasi yang paling baik saat ini untuk BPKH memang SBSN. Dan bila diperlukan, BPKH bisa menjual SBSN tersebut dengan harga yang cukup menarik.
Dari hasil investasi tersebut, imbal hasil pun beragam. Untuk syariah, mencapai 4 persen lebih, dan surat berharga proyeksinya mencapai 7,5 persen hingga 8 persen. “Bila kami ambil rata-rata imbal hasil dari semua instrument tersebut di angka 5 persen,” jelas Benny.
Benny mengatakan bahwa saat ini investasi tergerus oleh pandemi. Namun, investasi dana haji yang dilakukan oleh BPKH masih dalam batas aman. Hal tersebut, lanjutnya, karena beberapa instrumen yang dilakukan antara lain, investasi langsung ke emas yang cukup menjanjikan. Baca juga: BPKH Sebut Calon Jamaah Bisa Tarik Kembali Dana Haji, Simak di iNews Siang Rabu Pukul 11.00 WIB
“Selain itu, mayoritas investasi dilakukan BPKH juga menyasar surat berharga syariah negara (SBSN), Sukuk Korporasi, dan Surat Berharga Korporasi,” kata Benny dalama pernyataannya.
Menurut Benny, investasi yang paling baik saat ini untuk BPKH memang SBSN. Dan bila diperlukan, BPKH bisa menjual SBSN tersebut dengan harga yang cukup menarik.
Dari hasil investasi tersebut, imbal hasil pun beragam. Untuk syariah, mencapai 4 persen lebih, dan surat berharga proyeksinya mencapai 7,5 persen hingga 8 persen. “Bila kami ambil rata-rata imbal hasil dari semua instrument tersebut di angka 5 persen,” jelas Benny.
Lihat Juga :