Uang Sekolah Belum Lunas, Kepala Sekolah SD Inpres Bersimbah Darah Ditikam Wali Murid
Selasa, 08 Juni 2021 - 14:31 WIB
loading...
Kepala SD Inpres Ndora, Adelfina Azi (59) harus dilarikan ke Puskesmas setelah ditikam oleh salah satu wali murid. Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
NAGEKEO - Adelfina Azi terbaring lemas bersimbah darah . Pria 59 tahun yang menjabat Kepala SD Inpres Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, terluka parah usai ditikam Didakus Dame (45).
Baca juga: Istri Cantiknya Dilamar Pria Lain, Suami Ini Tikam Istrinya hingga Bersimbah Darah
Didakus Dame yang merupakan warga Nagemi, Desa Ulupulu 1, adalah seorang orang tua murid. Dia nekat melakukan aksi penikaman terhadap sang kepala sekolah, gara-gara uang sekolah anaknya belum lunas.
Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka sangat parah dan harus dilarikan ke Puskesmas Nangaroro untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif.
Baca juga: Tangis Istri Cantik Jerinx Pecah di Depan Penjara Kerobokan, Sambut Kebebasan Sang Suami
Kepala Desa Ulupulu 1, Emilianus Meze saat dihubungi mengatakan, bahwa peristiwa penikaman itu terjadi pada Selasa (8/6/2021) pagi. "Kejadiannya pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIT di sekolah. Korban sudah dibawa ke Puskesmas Nangaroro," ujarnya.
Baca juga: Istri Cantiknya Dilamar Pria Lain, Suami Ini Tikam Istrinya hingga Bersimbah Darah
Didakus Dame yang merupakan warga Nagemi, Desa Ulupulu 1, adalah seorang orang tua murid. Dia nekat melakukan aksi penikaman terhadap sang kepala sekolah, gara-gara uang sekolah anaknya belum lunas.
Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka sangat parah dan harus dilarikan ke Puskesmas Nangaroro untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif.
Baca juga: Tangis Istri Cantik Jerinx Pecah di Depan Penjara Kerobokan, Sambut Kebebasan Sang Suami
Kepala Desa Ulupulu 1, Emilianus Meze saat dihubungi mengatakan, bahwa peristiwa penikaman itu terjadi pada Selasa (8/6/2021) pagi. "Kejadiannya pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIT di sekolah. Korban sudah dibawa ke Puskesmas Nangaroro," ujarnya.
Lihat Juga :