Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Uang Sekolah Belum Lunas, Kepala Sekolah SD Inpres Bersimbah Darah Ditikam Wali Murid

loading...
Uang Sekolah Belum Lunas, Kepala Sekolah SD Inpres Bersimbah Darah Ditikam Wali Murid
Kepala SD Inpres Ndora, Adelfina Azi (59) harus dilarikan ke Puskesmas setelah ditikam oleh salah satu wali murid. Foto/iNews TV/Joni Nura
NAGEKEO - Adelfina Azi terbaring lemas bersimbah darah . Pria 59 tahun yang menjabat Kepala SD Inpres Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, terluka parah usai ditikam Didakus Dame (45).

Baca juga: Istri Cantiknya Dilamar Pria Lain, Suami Ini Tikam Istrinya hingga Bersimbah Darah

Didakus Dame yang merupakan warga Nagemi, Desa Ulupulu 1, adalah seorang orang tua murid. Dia nekat melakukan aksi penikaman terhadap sang kepala sekolah, gara-gara uang sekolah anaknya belum lunas.





Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka sangat parah dan harus dilarikan ke Puskesmas Nangaroro untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif.

Baca juga: Tangis Istri Cantik Jerinx Pecah di Depan Penjara Kerobokan, Sambut Kebebasan Sang Suami

Kepala Desa Ulupulu 1, Emilianus Meze saat dihubungi mengatakan, bahwa peristiwa penikaman itu terjadi pada Selasa (8/6/2021) pagi. "Kejadiannya pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIT di sekolah. Korban sudah dibawa ke Puskesmas Nangaroro," ujarnya.

Kapolsek Nangaroro, Iptu Sudarmin Syafrudin melalui Kanit Intel Polsek Nangaroro, Aipda Yohanes Bhara membenarkan kejadian penikaman tersebut. "Iya benar, ini kami sedang berada di TKP untuk melaksanakan olah TKP," terangnya.

Baca juga: Truk Mengangkut 20 Orang Terjun ke Jurang di Ende, Korban Tewas Berserakan

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan sementara kejadian itu bermula saat anak pelaku dilarang oleh pihak sekolah untuk mengikuti ujian karena belum melunasi uang Komite Sekolah. "Anak tersangka katanya tidak boleh ikut ujian, karena belum membayar uang komite Rp1,7 juta ," imbuhnya.



Saat ditemukan, kondisi korban masih sadarkan diri dan dilarikan ke Puskesmas Nangaroro, karena lukanya sangat parah . Sementara anggota Polres Nagekeo, mengejar pelaku di rumahnya, yang lokasinya tidak jauh dari sekolah.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top