Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Warga Indragiri Hilir Resah, Buaya Ganas Berkeliaran Mangsa Kambing

loading...
Warga Indragiri Hilir Resah, Buaya Ganas Berkeliaran Mangsa Kambing
Warga Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, resah dengan kemunculan buaya ganas. Foto/MPI/Banda Haruddin Tanjung
INDRAGIRI HILIR - Ketenangan warga di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, terganggu dengan kehadiran buaya ganas yang masuk ke permukiman mereka. Bahkan, predator itu juga telah memangsa kambing ternak milik warga.

Baca juga: Buaya Muara Mengamuk saat Tertangkap Jaring Nelayan di Pantai Sawmil Tanggamus

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, berdasarkan laporan warga, ada seekor kambing yang dimangsa hewan liar itu. Petugas BBKSDA Riau pun langsung diterjunkan ke lokasi.





"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari seorang warga, bahwa ada buaya yang sedang memangsa seekor kambing di pinggir sungai," kata Suharyono, Kamis (3/6/2021). Baca juga: 2 Wanita dan 3 Pria Digerebek di Rumah Kos, Diduga Kelelahan Usai Pesta Seks dan Miras

Setelah menerima laporan warga, BBKSDA Riau, melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Petugas BBKSDA Riau, juga datang dari Pekanbaru, untuk melakukan mitigasi di lokasi.

Berdasarkan keterangan dari penduduk, sudah 20 tahun tidak melihat buaya di sungai yang ada di wilayah desa tersebut. Makanya warga heran dengan kembalinya buaya yang sudah lama menghilang. "Tim melakukan observasi lokasi, dan telah ditemukan bekas cakaran di pinggir sungai," imbuhnya.

Baca juga: Teroris TPNPB-OPM Kembali Lakukan Aksi Penembakan Brutal, 1 Warga Puncak Tewas

Namun demikian, pihak berwenang meminta kepada warga tidak melukai atau menangkap buaya , karena buaya termasuk dalam spesies yang dilindungi. "Kita mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membuang bangkai atau potongan ayam ke sungai. Hal ini berpotensi memancing satwa buaya mendekati pemukiman warga," imbuhnya.

Suharyono menjelaskan, kini buaya sudah digiring menjauh dari pemukiman. Namun diminta warga mengurangi aktivitas di sungai. "Upaya yang dilakukan untuk sementara dari warga setempat yaitu akan melaksanakan ritual adat, sebagai sistem kearifan lokal untuk mitigasi dari gangguan satwa liar ," ujarnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top