Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Mustika Rasa, Media Diplomasi ala Bung Karno

loading...
Mustika Rasa, Media Diplomasi ala Bung Karno
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
BLITAR - Sukarno Festival kembali hadir secara virtual pada peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2021. Kali ini, tema yang diambil adalah Mustika Rasa dibedah oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia Andi Yuwono, dan Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Janti Suksmarini.

Pada kesempatan itu, Emil Dardak menuturkan bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki keagungan budaya. Indonesia sebagai sebuah peradaban dan citarasa yang sangat berkelas. ”Kita memiliki keanekaragaman budaya dan aneka citarasa,” kata Emil.

Baca juga: Heboh Emak-emak Tawuran dan Gigit Jari Hingga Nyaris Putus, Ini Kata Polisi

Koordinator Sukarno Festival Upi Suprianto menuturkan, Sukarno Festival berusaha mengangkat sebuah sisi lain cerita Sukarno yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia. Output Sukarno Festival akan dibuat menjadi sebuah buku yang akan menjadi catatan tentang kerja ideologi tersebut.



”Sukarno menggunakan masakan sebagai media diplomasi untuk menjadi jamuan tamu negara dan juga pemikiran bung Karno tentang mustikarasa saat ini sangat relevan sebagai media ketahanan pangan di Pandemi COVID-19,” katanya.

Baca juga: Heboh! Oknum Polisi di Jombang Tawar Menawar Uang Damai Pungli Tilang dengan Sopir Truk

Janti Suksmarini mengatakan bahwa Sukarno memiliki mustika, yakni mustika rasa. Makanan kesukaan sampai politik pangan adalah hasil dokumentasi dari berbagi resep makanan yang berasal dari berbagai wilayah seluruh Indonesia.

Narasumber lain yang cukup menarik bahasannya adalah ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi), Andi Yuwono. Dia mengatakan Asidewi sebagai komunitas intens terhadap masyarakat, membangun desa dari sudut-sudut desa.

Pada 18 Oktober 2018, Asidewi sudah launching sebuah buku “Desa Wisata Benteng NKRI”. Desa wisata tidak hanya bicara sekadar wisata. Tapi sebab desa di Indonesia terbentuk atas investasi atas desa-desa sebelum nama desa itu ada.

Lantas apa hubungannya dengan mustika rasa? Andi Yuwono mengatakan, pembangunan desa adalah manifestasi trisakti Bung Karno. ”Bidang politik, desa sudah menjadi satu kesatuan dalam administratif; berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan,” tuturnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top