Hentikan Tanker Iran ke Venezuela, AS Akan Gunakan Kekuatan Militer
Sabtu, 23 Mei 2020 - 22:39 WIB
loading...
AS Ancam Gunakan Kekuatan Militer Hentikan Tanker Iran ke Venezuela Foto/Ilustrasi
A
A
A
NEW YORK - Utusan permanen Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, mengungkapkan ancaman yang dilontarkan Washington untuk kapal tanker Iran yang tengah menuju negara Amerika Selatan itu.
Dalam sebuah tweet, Moncada mengatakan, Venezuela telah memperingatkan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres tentang ancaman penggunaan kekuatan militer oleh AS terhadap kapal-kapal Iran yang membawa minyak ke negara tersebut. (Baca juga:AS Ingin Keluar dari Perjanjian Mata-mata Open Skies, China Beri Peringatan)
"Hari ini kami mengingatkan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres tentang ancaman penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran yang membawa bensin yang mengarah ke Venezuela. (Ini) adalah tindakan perang di bawah hukum internasional," katanya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (23/5/2020).
Dalam tweet lain, Moncada menegaskan bahwa serangan bersenjata terhadap tanker, melakukan perdagangan bebas dan navigasi antara negara-negara berdaulat, adalah kejahatan agresi. "Blokade laut diperparah oleh fakta bahwa ia bertujuan untuk merampas seluruh populasi dari sarana vital subsisten dan bahwa itu adalah kejahatan pemusnahan," ia menambahkan.
Pernyataan itu muncul setelah The Wall Street Journal mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi baru dan langkah hukum lainnya untuk mengganggu ekspor minyak Iran ke Venezuela. Kebijakan ini sebagai tanggapan terhadap apa yang Washington lihat sebagai upaya Teheran untuk membuat terobosan ke Amerika Latin.
Dalam sebuah tweet, Moncada mengatakan, Venezuela telah memperingatkan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres tentang ancaman penggunaan kekuatan militer oleh AS terhadap kapal-kapal Iran yang membawa minyak ke negara tersebut. (Baca juga:AS Ingin Keluar dari Perjanjian Mata-mata Open Skies, China Beri Peringatan)
"Hari ini kami mengingatkan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres tentang ancaman penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran yang membawa bensin yang mengarah ke Venezuela. (Ini) adalah tindakan perang di bawah hukum internasional," katanya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (23/5/2020).
Dalam tweet lain, Moncada menegaskan bahwa serangan bersenjata terhadap tanker, melakukan perdagangan bebas dan navigasi antara negara-negara berdaulat, adalah kejahatan agresi. "Blokade laut diperparah oleh fakta bahwa ia bertujuan untuk merampas seluruh populasi dari sarana vital subsisten dan bahwa itu adalah kejahatan pemusnahan," ia menambahkan.
Pernyataan itu muncul setelah The Wall Street Journal mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi baru dan langkah hukum lainnya untuk mengganggu ekspor minyak Iran ke Venezuela. Kebijakan ini sebagai tanggapan terhadap apa yang Washington lihat sebagai upaya Teheran untuk membuat terobosan ke Amerika Latin.
Lihat Juga :