Perkuat Imun, 400 Lebih Warga Surabaya Disuntik Nanogold
Rabu, 26 Mei 2021 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
“Tahun lalu saya sudah melakukan ini tapi dengan cara diminum dan efeknya signifikan dalam meningkatkan imun, karena itu kini dikembangkan dengan cara menyuntikkan sehingga hasilnya bisa jauh lebih efektif lagi," terangnya.
Baca juga: 3 Karyawan Pabrik Kertas Keracunan Gas dalam Tandom, Satu Tewas Dua Kritis
Titik melakukan ini untuk mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19 yang sifatnya konon lebih agresif dengan daya tular lebih cepat. “Jadi saya berpikir saat ini pilihannya injeksi yang langsung berdampak pengenceran darah dan antioksidan, antivirus untuk menjaga tubuh langsung, dengan metode penyuntikan, maka tidak menunggu lagi masuk sistem pencernaan baru beredar lewat pembuluh darah,” katanya.
Dia pun meyakinkan, jika upaya penyuntikan yang dilakukannya tidak membahayakan tubuh. Sebagaimana nenek moyang yang telah puluhan tahun mempraktekkan susuk emas, tapi tetap sehat dan jarang sakit.
“Nah kini saya ubah teknologinya jadi suntik nanogold sebagai gantinya atau kita sebut susuk emas modern dengan suntik nanogold," tegasnya.
Kata dia, apa yang dilakukannya dari sudut pandang agama tidaklah perbuatan musyrik, karena dia berpegangan pada fatwa MUI Nomor: 47 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Partikel Emas dalam Produk Kosmetik bagi laki-laki.
Baca juga: 3 Karyawan Pabrik Kertas Keracunan Gas dalam Tandom, Satu Tewas Dua Kritis
Titik melakukan ini untuk mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19 yang sifatnya konon lebih agresif dengan daya tular lebih cepat. “Jadi saya berpikir saat ini pilihannya injeksi yang langsung berdampak pengenceran darah dan antioksidan, antivirus untuk menjaga tubuh langsung, dengan metode penyuntikan, maka tidak menunggu lagi masuk sistem pencernaan baru beredar lewat pembuluh darah,” katanya.
Dia pun meyakinkan, jika upaya penyuntikan yang dilakukannya tidak membahayakan tubuh. Sebagaimana nenek moyang yang telah puluhan tahun mempraktekkan susuk emas, tapi tetap sehat dan jarang sakit.
“Nah kini saya ubah teknologinya jadi suntik nanogold sebagai gantinya atau kita sebut susuk emas modern dengan suntik nanogold," tegasnya.
Kata dia, apa yang dilakukannya dari sudut pandang agama tidaklah perbuatan musyrik, karena dia berpegangan pada fatwa MUI Nomor: 47 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Partikel Emas dalam Produk Kosmetik bagi laki-laki.
Lihat Juga :