Viral Video Telur Palsu Beredar di Kediri Ini Penjelasannya

Senin, 17 Mei 2021 - 13:54 WIB
loading...
Viral Video Telur Palsu Beredar di Kediri Ini Penjelasannya
Linda Agustini seorang ibu rumah tangga asal Lingkungan Ngadisimo, Rt 3 Rw 9, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri mengunggah video soal temuan telur ayam yang diduga palsu. Foto iNews TV/Afnan S
A A A
KEDIRI - Linda Agustini seorang ibu rumah tangga asal Lingkungan Ngadisimo, Rt 3 Rw 9, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri mengunggah video soal temuan telur ayam yang diduga palsu. Video itu viral dan menyebar begitu cepat melalui media sosial dan pesan singkat WhatsApp.

Dalam video tersebut Linda kaget begitu mendapati telur yang dibelinya di pedagang kaki lima itu membeku setelah dikeluarkan dari lemari pendingin. Selain cangkang telur yang keras dan sulit pecah saat akan digoreng.
Viral Video Telur Palsu Beredar di Kediri Ini Penjelasannya

Telur ayam ras yang diduga palsu itu juga banyak yang retak ketika di dalam lemari pendingan dan mengeluarkan cairan bening yang kemudian mengeras seperti lem.

Baca :
Tak Tahan Dengar Desahan Pasutri saat Berhubungan, Pria Ini Nekat Perkosa Korbannya di Depan Suami

Bahkan kulit ari telor juga kenyal saat ditarik. Linda pun mengurungkan niatnya untuk mengoreng karena khawatir telur tersebut bermasalah terhadap kesehatanya saat dikonsumsi.

Untuk memastikan kondisi tersebut hari ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri mengunjungi rumah Linda. Setelah melakukan kajian dokter Pujiono, Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri memastikan telur tersebut asli namun tidak layak.

“Telur itu adalah asli bukan telur palsu namun kondisinya rusak karena disebabkan faktor penyimpanan yang terlalu lama sehingga menyebabkan telur tidak layak dikonsumsi,” kata dr Pujiono.

Baca juga :
Viral! Terkena Penyekatan Dilarang Ke Anyer, Wanita Berambut Pirang Marah - Marah
Pujiono memberikan saran agar masyarakat membeli telur ayam yang fresh dan tidak menyimpannya lebih dari seminggu.
(sms)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2868 seconds (11.97#12.26)