Terdampak Pandemi COVID-19, Penjualan Sekar Laut Turun
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:30 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Pandemi COVID-19 mengakibatkan penjualan PT Sekar Laut Tbk selama 2020 mengalami penurunan. Namun, penurunan produsen kerupuk dan sambal merek Finna tersebut tidak begitu signifikan, hanya sebesar 2% jika dibandingkan penjualan tahun 2019.
Direktur PT Sekar Laut Tbk John C Gozal mengatakan, pandemi COVID-19 membuat penyerapan produk di pasar perhotelan dan restoran. Ini seiring dengan turunnya okupansi hotel dan restoran akibat kebijakan pembatasan oleh pemerintah.
“Untuk penjualan pada triwulan I 2021 mulai mengalami peningkatan sampai 2%. Sehingga, sampai akhir tahun ini diperkirakan penjualan akan semakin membaik seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat,” katanya, Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Gubernur Khofifah Tetapkan 4 KEE di Jatim, Ini Langkah Dinas Kehutanan
Data PT Sekar Laut Tbk menunjukkan, penjualan sepanjang 2020 tercatat mencapai Rp1,25 triliun atau turun 2% dibandingkan 2019 yang mampu mencapai Rp1,27 triliun. Sedangkan perolehan laba 2020 tercatat Rp42,5 miliar atau turun dibandingkan 2019 yang mencapai Rp4,4 miliar. “Sebetulnya Juni 2020 sudah mulai sangat terasa dampaknya. Sehingga perhitungan kami waktu itu pasti turun 10%. Tapi ternyata omset cuma turun 2% dan laba turun 5%,” ujar John.
Direktur PT Sekar Laut Tbk John C Gozal mengatakan, pandemi COVID-19 membuat penyerapan produk di pasar perhotelan dan restoran. Ini seiring dengan turunnya okupansi hotel dan restoran akibat kebijakan pembatasan oleh pemerintah.
“Untuk penjualan pada triwulan I 2021 mulai mengalami peningkatan sampai 2%. Sehingga, sampai akhir tahun ini diperkirakan penjualan akan semakin membaik seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat,” katanya, Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Gubernur Khofifah Tetapkan 4 KEE di Jatim, Ini Langkah Dinas Kehutanan
Data PT Sekar Laut Tbk menunjukkan, penjualan sepanjang 2020 tercatat mencapai Rp1,25 triliun atau turun 2% dibandingkan 2019 yang mampu mencapai Rp1,27 triliun. Sedangkan perolehan laba 2020 tercatat Rp42,5 miliar atau turun dibandingkan 2019 yang mencapai Rp4,4 miliar. “Sebetulnya Juni 2020 sudah mulai sangat terasa dampaknya. Sehingga perhitungan kami waktu itu pasti turun 10%. Tapi ternyata omset cuma turun 2% dan laba turun 5%,” ujar John.
Lihat Juga :