8 Jam Sebelum Bupati Nganjuk Diringkus KPK, Ramai Unggahan Kecurangan Seleksi Perangkat Desa
Senin, 10 Mei 2021 - 06:51 WIB
loading...
Unggahan di media sosial Facebook grup Info Seputar Nganjuk, yang mempertanyakan hasil seleksi perangkat desa di Kabupaten Nganjuk. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
NGANJUK - Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, diringkus Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , pada Senin (10/5/2021) dini hari. Penangkapan ini, diduga dilakukan di rumah salah seorang tokoh PDIP Nganjuk, Muharjito.
Baca juga: BREAKING NEWS, KPK OTT Bupati Nganjuk
Sebelum melakukan penangkapan, diduga Satgas KPK terlebih dahulu menyisir sejumlah kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Pace, yakni Kades Joho, Kades Kepanjen, dan Kades Sanan, termasuk Sekcam dan Camat Pace, pada Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 18.00 WIB.
Penangkapan ini, diduga terkait kasus jual beli jabatan perangkat desa di wilayah Kabupaten Nganjuk, yang melibatkan bupati, pejabat kecamatan, serta sejumlah kepala desa. Barang bukti yang disita oleh Satgas KPK, salah satunya uang tunai Rp1,3 miliar.
Baca juga: Puluhan Remaja Katolik Geruduk Islamic Center Ciamis, Bersihkan Ruang Isolasi COVID-19
Adanya keterkaitan jual beli jabatan perangkat desa dengan diringkusnya Bupati Nganjuk ini, ternyata sudah ramai dibahas warganet di media sosial. Baik di Instagram @Info Seputar Nganjuk, maupun di Facebook @Info Seputar Nganjuk.
Pada Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, di Facebook @Info Seputar Nganjuk, sebuah akun @Trimas Tremos Trust mengunggah sejumlah foto baner yang menunjukkan kejanggalan nilai hasil seleksi perangkat desa .
Baca juga: Gempar, Remaja 16 Tahun Kendarai VW Kuning Tabrak Polisi Terobos Penyekatan di Prambanan
Dalam unggahan tersebut, @Trimas Tremos Trust juga menambahkan keterangan "Jangan ngomong kata kejujuran kalo masih menjunjung tinggi ketidak adilan, nyalahan tanda bahaya". Foto yang diunggah menunjukkan sejumlah perangkat desa yang lolos seleksi dengan nilai sempurna atau 100.
Dalam baner yang fotonya diunggah di media sosial itu, juga ditulis keterangan "Patut Diduga..? Ada Indikasi Kecurangan ". "Selamat Atas Terpilihnya Para Dagelan Perangkat Desa Karangsono". Baca juga: Mobil Mewah Sengaja Ditabrakkan ke Polantas, Pelakunya Diduga Anggota DPRD
Unggahan ini mendapatkan banyak respons dari anggota grup @Info Seputar Nganjuk. Di antaranya dari akun @Aldi Pratama: "Bijine 100 kabeh sesok daftar dadi dosen??". Tanggapan satir juga diunggah akun @Handarko Hardi: "Positif Thinking saja.. mungkin memang riwayat akademiknya lulusan S2 / S3 di Kampus Negeri yg favorit ??"
Tanggapan lain muncul dari akun @Joko Tingkir: "Gak usah kaget, wong jujur cuma ada di komik ....", dan akun @Irvan MiHan Dwi Pangga: "wow hebat, nilai segitu mending ikut tes cpns pasti lolos ??". Baca juga: Penuh Luka dan Tak Dapat Berjalan, Pembantu Ini Disetrika dan Dipaksa Makan Kotoran Kucing
Ada pula yang menyoroti terkait dugaan satu keluarga menjadi perangkat desa , hal itu diungkap akun @Izroch Triono: "Iki seng sak kluarga dadi prangkat kabeh iku ta". Sementara akun @Darsiyah Pawira, mengomentari "Nek pamonge sedulure kabeh, sue-sue lak mbalik zaman kerajaan maneh..". Akun @Jalu Pamungkas, dengan tegas menyatakan: "Sudah waktunya reformasi birokrasi d internal desa....mereka yg jadi perangkat kroni lurah / bayar / sogok".
Baca juga: BREAKING NEWS, KPK OTT Bupati Nganjuk
Sebelum melakukan penangkapan, diduga Satgas KPK terlebih dahulu menyisir sejumlah kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Pace, yakni Kades Joho, Kades Kepanjen, dan Kades Sanan, termasuk Sekcam dan Camat Pace, pada Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 18.00 WIB.
Penangkapan ini, diduga terkait kasus jual beli jabatan perangkat desa di wilayah Kabupaten Nganjuk, yang melibatkan bupati, pejabat kecamatan, serta sejumlah kepala desa. Barang bukti yang disita oleh Satgas KPK, salah satunya uang tunai Rp1,3 miliar.
Baca juga: Puluhan Remaja Katolik Geruduk Islamic Center Ciamis, Bersihkan Ruang Isolasi COVID-19
Adanya keterkaitan jual beli jabatan perangkat desa dengan diringkusnya Bupati Nganjuk ini, ternyata sudah ramai dibahas warganet di media sosial. Baik di Instagram @Info Seputar Nganjuk, maupun di Facebook @Info Seputar Nganjuk.
Pada Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, di Facebook @Info Seputar Nganjuk, sebuah akun @Trimas Tremos Trust mengunggah sejumlah foto baner yang menunjukkan kejanggalan nilai hasil seleksi perangkat desa .
Baca juga: Gempar, Remaja 16 Tahun Kendarai VW Kuning Tabrak Polisi Terobos Penyekatan di Prambanan
Dalam unggahan tersebut, @Trimas Tremos Trust juga menambahkan keterangan "Jangan ngomong kata kejujuran kalo masih menjunjung tinggi ketidak adilan, nyalahan tanda bahaya". Foto yang diunggah menunjukkan sejumlah perangkat desa yang lolos seleksi dengan nilai sempurna atau 100.
Dalam baner yang fotonya diunggah di media sosial itu, juga ditulis keterangan "Patut Diduga..? Ada Indikasi Kecurangan ". "Selamat Atas Terpilihnya Para Dagelan Perangkat Desa Karangsono". Baca juga: Mobil Mewah Sengaja Ditabrakkan ke Polantas, Pelakunya Diduga Anggota DPRD
Unggahan ini mendapatkan banyak respons dari anggota grup @Info Seputar Nganjuk. Di antaranya dari akun @Aldi Pratama: "Bijine 100 kabeh sesok daftar dadi dosen??". Tanggapan satir juga diunggah akun @Handarko Hardi: "Positif Thinking saja.. mungkin memang riwayat akademiknya lulusan S2 / S3 di Kampus Negeri yg favorit ??"
Tanggapan lain muncul dari akun @Joko Tingkir: "Gak usah kaget, wong jujur cuma ada di komik ....", dan akun @Irvan MiHan Dwi Pangga: "wow hebat, nilai segitu mending ikut tes cpns pasti lolos ??". Baca juga: Penuh Luka dan Tak Dapat Berjalan, Pembantu Ini Disetrika dan Dipaksa Makan Kotoran Kucing
Ada pula yang menyoroti terkait dugaan satu keluarga menjadi perangkat desa , hal itu diungkap akun @Izroch Triono: "Iki seng sak kluarga dadi prangkat kabeh iku ta". Sementara akun @Darsiyah Pawira, mengomentari "Nek pamonge sedulure kabeh, sue-sue lak mbalik zaman kerajaan maneh..". Akun @Jalu Pamungkas, dengan tegas menyatakan: "Sudah waktunya reformasi birokrasi d internal desa....mereka yg jadi perangkat kroni lurah / bayar / sogok".
(eyt)
Lihat Juga :