Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tak Peduli Zona Merah, Wisata di Blitar Tetap Buka Selama Libur Lebaran

loading...
Tak Peduli Zona Merah, Wisata di Blitar Tetap Buka Selama Libur Lebaran
Candi Penataran yang merupakan candi terbesar di Jawa Timur tempat wisata favorit di daerah ini, meski zona merah COVID-19 sejumlah destinasi wisata tetap dibuka. Foto: Dok/SINDONews
BLITAR - Pemkab Blitar tetap membuka kawasan destinasi wisata selama libur lebaran . Tidak ada satu destinasi wisata yang ditutup meski 22 Kecamatan selama delapan hari berturut turut berstatus zona merah COVID-19 .

Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Blitar Arinal Huda mengatakan, tidak ada perintah menutup wisata selama libur lebaran.“Penutupan wisata masih belum ada. Kalau larangan mudik sudah dikeluarkan pemerintah," ujar Huda kepada wartawan. Kabupaten Blitar kaya destinasi wisata.

Baca juga: Sah, Gegara Zona Merah Pemda KBB Minta Objek Wisata Tutup Satu Pekan

Tercatat ada sebanyak 61 titik dengan 29 destinasi wisata. Di wilayah Kecamatan Nglegok terdapat Candi Penataran yang merupakan candi terbesar di Jawa Timur.



Di wilayah Kecamatan Srengat dan Kecamatan Ponggok ada beberapa situs Candi peninggalan Kerajaan Singasari, Kediri dan Majapahit. Kemudian Pantai Tambakrejo, Pantai Serang, Gua Embultuk, Monumen Trisula, termasuk Kampung Cokelat, berada di kawasan Blitar selatan. Sebagian besar destinasi dikelola pemerintah dan swasta.

Baca juga: Agar Tak Kabur Luar Kota, ASN Blitar Wajib Laporan Selama Libur Lebaran

Namun ada beberapa di bawah pengelolaan pribadi. Menurut Huda, pariwisata merupakan salah satu sektor perekonomian masyarakat. Asal protokol kesehatan dijalankan ketat, termasuk membatasi kunjungan, ia berharap tidak ada kebijakan penutupan. "Tentu dengan syarat mendapat rekomendasi Satgas COVID-19 ," terang Huda.

Sementara tercatat 1-8 Mei, di setiap kecamatan ditemukan kasus positif COVID-19 . Sebanyak 22 kecamatan secara otomatis berstatus zona merah. Selama 1-8 Mei terdapat tambahan 110 kasus positif dan 20 kasus meninggal dunia. Dengan apa yang terjadi, Plt Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi meminta masyarakat tidak memandang remeh.

Baca juga: Akhirnya Terungkap, Mantan Bupati Lamongan Fadeli Meninggal Terpapar COVID-19

Apalagi mendekati lebaran, aktivitas warga untuk pemenuhan belanja semakin meningkat. "Masyarakat diimbau tetap waspada. Penerapan 5 M harus tetap dilakukan secara ketat dan disiplin," kata Eko.



Tercatat hingga 9 Mei 2021, jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 5.420 kasus.Rinciannya, sebanyak 4.746 orang sembuh, 532 orang meninggal dunia, 81 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 13 orang diisolasi di gedung isolasi dan 3 orang menjalani isolasi mandiri.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top