Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

16 Tahun Mengabdi Bergaji Rp200 Ribu, Guru Honorer Ini Sambil Jualan Es Keliling

loading...
16 Tahun Mengabdi Bergaji Rp200 Ribu, Guru Honorer Ini Sambil Jualan Es Keliling
Suheri, guru honorer di Lamongan, Jatim berjualan es keliling usai mengajar. Foto/iNews TV/Abdul Wakhid
LAMONGAN - Kisah seorang guru honorer di Lamongan Jawa Timur mendadak viral di media sosial bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021 kemarin.

Baca juga: Dear Guru Honorer, 1 Juta Lowongan Pegawai PPPK Menanti Anda

Guru bernama Suheri yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri Godog Kecamatan Laren ini viral lantaran berjualan es keliling usai mengajar. Tepatnya mulai pukul 11.00 siang hingga sore.

Baca juga: Mimpi Guru Honorer Masih Tertunda

Suheri mengaku berjualan es keliling lantaran gaji sebagai guru honorer selama 16 tahun hanya 200.000 rupiah per bulan. "Saya jadi guru sudah 16 tahun. Gaji hanya 200.000 pak", kata Suheri kepada Ketua Yayasan Berkas, Ipda Purnomo di akun instagramnya @poernomo_dtt.
16 Tahun Mengabdi Bergaji Rp200 Ribu, Guru Honorer Ini Sambil Jualan Es Keliling

Suheri, guru honorer di Lamongan, Jatim telah 16 tahun mengabdi dengan gaji Rp200.000 per bulan. Foto/iNews TV/Abdul Wakhid

Berjualan es keliling akhirnya dia lakukan agar tetap bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Walau berjualan es tidak bisa diandalkan. Jika musim penghujan, maka praktis penjualan es akan menurun drastis. "Agar cukup, pengeluaran juga harus kecil pak," sambung Suheri.



Selain berjualan es keliling, Suheri juga merawat beberapa ekor kambing milik orang lain yang dititipkan kepadanya. Dari situ, Suheri mendapatkan upah. Selama ini suheripun tinggal dirumah sederhana di tanah milik sekolah bersama istri dan dua orang anaknya.

Semangat hidup dan loyalitas Suheri sebagai guru honorer bergaji Rp200.000 selama belasan tahun mendapat apresiasi dari yayasan berkas. Melalui Ipda Purnomo, yayasan berkas memberikan bantuan senilai Rp5 juta kepada Suheri. "Kita maunya uang ini digunakan untuk membeli kambing," kata Ipda Purnomo.

Menerima bantuan tersebut, Suheri dan istri lantas sujud syukur. "Kalau dibelikan yang ukuran sedang dapat dua ekor," kata Suheri.

Nitizenpun banyak memberi apresiasi pada Suheri dan Ipda Purnomo bersama yayasan Berkasnya yang telah mempeehatikan nasib guru honorer. "Iklas tulus dan bersyukur banget ya pak Heri dan istri," komentar akun @ferrimurrieta
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top