Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Disidak, Daging Sapi Gelonggongan Ditemukan di Pasar Raya Salatiga

loading...
Disidak, Daging Sapi Gelonggongan Ditemukan di Pasar Raya Salatiga
Petugas Dinas Pangan dan Pertanian Salatiga saat memeriksa daging yang dijual di Pasar Raya I, Jalan Sudirman, Jumat (30/4/2021). Foto/Ist
SALATIGA - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Salatiga , Jawa Tengahbersama instansi terkait kembali melakukan operasi daging tidak layak konsumsi di Pasar Raya, Jumat (30/4/2021). Dalam operasi tersebut, petugas kembali menemukan daging sapi gelonggongan sebanyak 48 Kg.

Baca juga: Soal Impor Daging Kerbau India, Buwas Berseberangan dengan Kemenko Perekonomian

Petugas langsung menyita daging tidak layak konsumsi itu. Kemudian daging tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Baca juga: RSHS Investigasi Guru Sukabumi Lumpuh Usai Vaksinasi COVID-19



Daging gelonggongan ditemukan dilapak salah satu pedagang yang berasal dari luar Kota Salatiga. Daging yang disita kadar airnya mencapai 89%.

"Kadar airnya hampir 90 persen dan kita sita. Itu berbahaya dan tidak layak dikonsumsi karena rentan bakteri," kata Kepala Dispangtan Nunuk Dartini, Jumat (30/4/2021).

Dia menjelaskan, daging gelonggongan tersebut berasal dari luar Salatiga. Sedangkan daging RPH Salatiga sudah memenuhi standar ASUH yakni aman, sehat, utuh dan halal.

"Kami akan melakukan razia terus menerus dengan jadwal acak. Tujuannya agar tercapai kesadaran dari masyarakat, baik, jagal, pedagang maupun konsumen saling mengingatkan," terangnya.



Sementara itu, petugas Dispangtan Christina Susilaningsih menuturkan jika kadar air maksimal dalam daging adalah 80 persen. "Jika lebih dari itu, akan berbahaya dari sisi kesehatan, karena bakteri mudah berkembang biak sehingga daging mudah busuk," tandasnya.



Sementara itu, penjual daging sapi yang terjaring razia, NR menuturkan jika dirinya sudah empat tahun berjualan daging. "Baru kali ini saya terkena razia. Saya juga kulakan dari Ampel, Boyolali," ucapnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top