Wow! Hingga April 2020, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp223,8 Triliun
Kamis, 21 Mei 2020 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Suahasil, kenaikan utang ini karena pemerintah membutuhkan dana besar untuk anggaran penanggulangan virus corona. Baca: Hingga April, Pendapatan Negara Baru Rp549,5 Triliun. (BACA JUGA: Hadapi Covid-19, Menteri BUMN Janji Bantu Garuda Indonesia)
"Sekarang lebih besar selain karena defisit juga lebih besar, kita juga ingin memastikan ketersediaan anggaran untuk belanja belanja yang pasti kita tahu akan membesar ke depan untuk penanganan Covid-19, belanja bansos dan belanja untuk dunia usaha," jelasnya.
Menurut Suahasil, penarikan utang yang dilakukan oleh pemerintah adalah upaya untuk berjaga-jaga agar anggaran tetap aman saat dibutuhkan belanja untuk berbagai sektor. Apalagi, pemerintah membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk program Pemulihan Ekonomi Negara (PEN).
"Jadi ini adalah bagian dari kita berjagaojaga. Sementara pinjaman ini netonya masih negatif Rp7,8 triliun. Namun ke depan, kita akan optimalkan supaya pinjaman juga menjadi bagian pembiayaan anggaran yang juga membantu," jelasnya.
"Sekarang lebih besar selain karena defisit juga lebih besar, kita juga ingin memastikan ketersediaan anggaran untuk belanja belanja yang pasti kita tahu akan membesar ke depan untuk penanganan Covid-19, belanja bansos dan belanja untuk dunia usaha," jelasnya.
Menurut Suahasil, penarikan utang yang dilakukan oleh pemerintah adalah upaya untuk berjaga-jaga agar anggaran tetap aman saat dibutuhkan belanja untuk berbagai sektor. Apalagi, pemerintah membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk program Pemulihan Ekonomi Negara (PEN).
"Jadi ini adalah bagian dari kita berjagaojaga. Sementara pinjaman ini netonya masih negatif Rp7,8 triliun. Namun ke depan, kita akan optimalkan supaya pinjaman juga menjadi bagian pembiayaan anggaran yang juga membantu," jelasnya.
(vit)
Lihat Juga :