Ratusan Rumah Warga Blitar Terancam Tergusur Peternakan Sapi PT Greenfields

Jum'at, 16 April 2021 - 23:28 WIB
loading...
A A A
"Kapasitas farm 3, tiga kali lipatnya farm 2," terang Rifai menjelaskan. Farm 3 akan berdiri di atas lahan seluas 467 hektar. Sebanyak 20 ribu ekor sapi akan berkandang di lahan perkebunan teh dan cengkeh yang sejak tahun 2018, tidak terurus. PT Sari Bumi Kawi (PT SBK) selaku pemegang HGU (Hak Guna Usaha) perkebunan, telah menghentikan usaha.

Baca juga: Berkhianat! Mantan Prajurit Raider Membelot Bergabung Jadi Komandan Lapangan OPM

Termasuk ikatan kerja dengan 40 KK yang selama ini bekerja di pabrik pengolahan teh , juga dilepas secara sepihak. Oleh PT SBK, dua dari empat HGU, yakni HGU 2 dan HGU 4 dengan total luas lahan 467 hektar, kata Rifai telah dialihkan atau dijual kepada PT Greenfields Indonesia. HGU tersebut memiliki masa aktif 25 tahun. Yakni akan berakhir pada tahun 2037.

"HGU telah dialihkan ke PT Greenfields," kata Rifai. Informasi yang dihimpun, PT Greenfields tidak akan melunasi pembayaran pengalihan HGU sebelum PT SBK menyelesaikan sengketa dengan 40 KK yang ada. Menurut Rifai, sebanyak 40 KK tersebut bertempat tinggal di Dusun Tlogentong, dan Tlogomas, Desa Sumberurip.

Baca juga: Polisi Didesak Selidiki Kerusakan Gedung DPRD Blitar Akibat Gempa Besar Malang

Rumah beserta pekarangan yang mereka tempati, sudah ada sejak turun-temurun. Yakni sejak perkebunan teh dan cengkeh masih di bawah pengelolaan pemerintah kolonial Belanda. Mereka yang ada saat ini merupakan generasi keempat. Total yang bertahan hidup di dua dusun tersebut sebanyak 120 jiwa.

Sejak pabrik teh PT SBK tidak beroperasi (2018), warga bertahan dengan sumber daya alam yang ada. Bercocok tanam dan memanfaatkan sumber daya hutan. Mereka, kata Rifai juga tetap bertahan meski sejumlah orang yang disinyalir utusan perusahaan, berkali-kali mendesak pergi . Warga menuntut PT SBK memenuhi janji memberikan tanah untuk tempat tinggal dan pekarangan untuk bertani atau berkebun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Sampaikan Aspirasi,...
Sampaikan Aspirasi, Pekerja PTPN IV di Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
UI Beri Edukasi Warga...
UI Beri Edukasi Warga Rawa Badak Selatan soal Advokasi Kepemilikan Lahan dan Kesadaran Hukum
Kementerian ATR/BPN...
Kementerian ATR/BPN Diminta Tuntaskan Sengketa Lahan Transmigrasi di Desa Gambut Jaya Muaro Jambi
Unitomo Pemberdayaan...
Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Pengabdian kepada Masyarakat,...
Pengabdian kepada Masyarakat, Tim AKN Putra Sang Fajar Dorong Penerapan Pakan Probiotik Lokal
Bersinggungan dengan...
Bersinggungan dengan Konflik Lahan, Anggota Pansus Agraria DPR Rawan Kepentingan
DPR Bawa Kasus PT TPL...
DPR Bawa Kasus PT TPL ke Pansus Penyelesaian Konflik Agraria
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved