Masyarakat Diminta Waspada Takjil Berbahan Berbahaya Selama Ramadan

Kamis, 15 April 2021 - 07:47 WIB
loading...
Masyarakat Diminta Waspada...
Pedagang menjajakan takjil di pasar. Masyarakat diminta waspada takjil berbahan berbahaya selama ramadan. Foto: Ilustrasi/Okezone
A A A
MAKASSAR - Masyarakat diminta mewaspadai menu berbuka puasa atau takjil berbahan kimia berbahaya yang dijajakan pedagang selama bulan Ramadan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar , Andi Hadijah Iriani mengatakan, tingkat konsumsi masyarakat terhadap makanan olahan selama Ramadan cenderung meningkat. Makanya perlu dilakukan pengawasan bahan makanan yang diperdagangkan.

Dinkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) Kota Makassar pun melakukan peninjauan ke sejumlah pasar, Rabu (14/4/2021). Kegiatan ini untuk memastikan bahan makanan terutama takjil yang dijual tidak mengandung zat berbahaya bagi konsumen.

Ada enam pasar yang menjadi target inspeksi secara bertahap yang diawali di Pasar Terong. Selanjutnya, akan menyasar Pasar Maricayya, Pabaeng-baeng, Sentral, Daya, dan Pasar Toddopuli. Berbagai sampel bahan makanan pun langsung diuji laboratorium di lapangan.

"Produk-produk makanan olahan , yang dikonsumsi oleh banyak orang karena harganya lebih murah. Yang kita khawatirkan itu mengenai kebersihan dan kesehatannya. Sekarang kita melakukan pengetesan terhadap potensi adanya zat-zat berbahaya di dalam makanan yang berbahaya bagi tubuh manusia," ujar Iriani saat ditemui di Pasar Terong.

Baca Juga: Industri Halal, Ramadan, dan Peluang di Tengah Pandemi

Beberapa sampel takjil pun diambil secara acak, semisal cendol, sagu mutiara, hingga agar-agar. Dari hasil uji cepat laboratorium, sejumlah takjil yang diperiksa itu tidak ditemukan zat kimia berbahaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
BPOM Gandeng BNN dan...
BPOM Gandeng BNN dan Polri Awasi Peredaran dan Penyalahgunaan Whip Pink
Posko BPOM Peduli Banjir...
Posko BPOM Peduli Banjir Aceh, Taruna Ikrar: Hadirkan Layanan Konseling
BPOM, Dinkes, MUI, Disdik,...
BPOM, Dinkes, MUI, Disdik, dan Sivitas Akademika Tinjau SPPG Polri Lampung Selatan
Produsen MinyaKita Ilegal...
Produsen MinyaKita Ilegal di Banten Digerebek, Raup Untung Rp45 Juta Setiap Bulan
Awas! Makanan Berformalin...
Awas! Makanan Berformalin dan Pakai Pewarna Tekstil Ditemukan di Banyumas
BPOM Temukan 14 Kosmetik...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
BPOM Ungkap Temuan Kosmetik...
BPOM Ungkap Temuan Kosmetik Ilegal Naik 10 Kali Lipat pada 2026, Nilainya Tembus Rp35,8 Miliar
Rekomendasi
My Chef In Crime Segera...
My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+: Indonesia’s First Culinary Crime Thriller yang Wajib Masuk Watchlist!
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved