Warga Malang Masih Trauma Tidur Dalam Rumah Pasca Gempa

Senin, 12 April 2021 - 04:52 WIB
loading...
Warga Malang Masih Trauma...
Rumah warga di Malang, Jawa Timur, rusak akibat gempa bermagnitudo 6,7.
A A A
MALANG - Kecamatan Ampelgading menjadi lokasi terparah di Kabupaten Malang yang terdampak gempa . Tercatat dari data yang masuk hingga Minggu sore (11/4/2021) dari BPBD Malang terdapat 1.225 unit rumah terdampak gempa.

Dari jumlah tersebut 335 rumah mengalami rusak berat, 437 rusak sedang dan 483 rusak ringan. Korban meninggal dunia ada tiga orang masing-masing satu dari Desa Sidorenggo, satu dari Desa Wirotaman dan satu dari Desa Tamansari.

Baca juga: Awas! Pesepeda di Gresik Jadi Incaran Begal Jalanan

Camat Ampelgading Achmad Sovie mengatakan, kerusakan terparah di wilayahnya terjadi Desa Wirotaman, dimana dari data yang masuk kepadanya tercatat ada 117 rusak berat, 119 rusak sedang, dan 103 rusak ringan. Sementara untuk desa-desa lain di wilayah Kecamatan Ampelgading juga mengalami kerusakan, tetapi dengan tingkat yang lebih sedikit ketimbang Desa Wirotaman.

"Mulai hari ini sudah ada kerja bakti pembersihan puing kerusakan serta sudah ada bantuan logistik dari Tagana," katanya Minggu (11/4/2021 ditemui di lokasi gempa.

Baca juga: Dua Mobil Alami Rem Blong Masuk Jurang 25 Meter di Mojokerto, Belasan LUka

Sovie menambahkan, bahwa pasca gempa Sabtu lalu, masyarakatnya masih sedikit mengalami trauma dan ketakutan. Sementara waktu sebagian warga memilih mendirikan tenda di dekat rumah mereka, sampai memastikan situasi aman terkendali terlebih pada Minggu (11/4/2021) pagi sempat terjadi gempa susulan meskipun dengan kekuatan yang lebih rendah dari sebelumnya.

"Sementara juga kami buatkan tenda. Masyarakat masih trauma jika tinggal di rumah. Untuk korban meninggal kemarin sudah kemarin sudah dimakamkan," ungkapnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya juga menyiapkan untuk setiap balai desa untuk dijadikan tempat pengungsian. Seperti di Desa Wirotaman yang terdampak paling parah saat ini sudah dibuatkan posko pengungsian di Balai Desa Wirotaman.

"Sudah kami siapkan semua untuk titik-titik pengungsian. Paling parah di Wirotaman sudah disiapkan di balai desa, dan beberapa tempat lainnya," sambungnya.

Terpisah salah satu korban gempa bernama Edi Sungkowo masih mengaku trauma berada di dalam rumah. Hal ini menyebabkan ia dan enam anggota keluarga lainnya memilih tidur di halaman pekarangan rumah, dengan bermodalkan tenda dan terpal dari bantuan.

"Untuk saat ini masih ada trauma khawatir kalau ada susulan. Jelas untuk sementara ini tinggal di dalam rumah masih trauma," ucap Edi, warga Dusun Wirotaman RT 2 RW 1 Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading.

Korban lainnya Warsono juga mengungkapkan rasa traumanya usai merasakan guncangan gempa yang begitu keras, bahkan setidaknya ada empat kali guncangan gempa.

"Masih trauma kalau di dalam rumah. Apalagi tadi pagi kan kerasa gempa lagi. Kalau tidur di halaman agak jauh dari rumah pakai terpal, jadi kalau ada apa - apa bisa selamat," papar Warsono, warga RT 11 RW 3 Dusun Sukodadi, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Mahasiswa S2 Fakultas...
Mahasiswa S2 Fakultas Hukum UMM Bekali Pemilih Pemula Pendidikan Politik
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Cek Jadwal dan Kuota...
Cek Jadwal dan Kuota Jalur Prestasi SPMB Jatim 2026, Ada Golden Ticket
Rekomendasi
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Berita Terkini
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved