Awas! Pesepeda di Gresik Jadi Incaran Begal Jalanan

loading...
Awas! Pesepeda di Gresik Jadi Incaran Begal Jalanan
ilustrasi
GRESIK - Aksi penjambretan kian marak di wilayah Gresik. Aksi bandit jalanan itu memanfaatkan jalanan umum dengan kondisi panjang dan sepi. Salah satu sasarannya pesepeda. Warga berharap polisi bisa memberikan efek jera.

Dalam beberapa hari terakhir, tercatat terjadi dua aksi curas hingga membuat para korban mengalami luka serius. Aksi penjambretan dialami oleh Nurul Asikin dan Sunarti, Jumat (10/4/2021). Keduanya menjadi korban keganasan para pelaku saat melintas di Jalan Wahidin Sudiro Husodo.

Baca juga: Tinjau Lokasi Terdampak Gempa, Gubernur Khofifah Minta Masjid Rusak Segera Diperbaiki

"Tepat di depan kantor Dinas Kominfo, mendadak ada seorang bermotor menarik tas milik saudara saya," kata Karis Singgih, saudara korban.

Hal tersebut langsung membuat kedua perempuan jatuh hingga mengalami luka serius. "Keduanya masih menjalani rawat jalan di rumah sakit akibat benturan aspal," keluhnya. Atas peristiwa tersebut, uang tunai Rp 10 juta, perhiasan gelang dan dua buah handphone berhasil digasak bandit jalanan.



Terjadi lagi aksi penjambretan. Kali ini Minggu (11/4/2021) terjadi di Kawasan Industri Gresik (KIG). Sekitar pukul 6.00 WIB, seorang saksi mata bernama Than Herna melihat jambret bermotor melancarkan aksi. Mereka mengincar dua orang perempuan yang sedang berolahraga menggunakan sepeda kayuh di sekitar lokasi.

Baca juga: Catat! Ini Aturan Ketat saat Salat Tarawih Ramadhan di Surabaya

"Tas korban ditarik hingga terjatuh. Kebetulan saya melintas di lokasi kejadian habis belanja di pasar," ungkapnya. Dia menjelaskan, para korban merupakan ibu dan anak. "Sudah berusaha teriak, namun aksi jambret sangat cepat dan berhasil melarikan diri," keluhnya.

Herna pun bergegas mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Sebab, salah seorang korban mengalami luka serius di bagian kepala. "Harus lebih waspada saat berolahraga. Tidak perlu membawa barang-barang berharga," pesannya.

Berbagai peristiwa tersebut sudah didengar Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga. Perwira dengan tiga balok di pundak itu masih membutuhkan waktu untuk menangkap pelaku. "Mohon waktu, masih proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top