Kamis Siang Merapi Semburkan Dua Kali Awan Panas Sejuah 1,5 Km dari Puncak

loading...
Kamis Siang Merapi Semburkan Dua Kali Awan Panas Sejuah 1,5 Km dari Puncak
Gunung merapi semburkan awan panas, Kamis (8/42021) pukul 10.38 WIB. Foto BPPPTKG
SLEMAN - Gunung Merapi kembali memuntahkan dua kali awan panas guguran, Kamis (8/4/2021) siang. Aktivitas vulkanik ini terjadi pukul 10.31 WIB dan 10.38 WIB. Arah luncuran ke barat daya.

Berdasarkan catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran pertama tercatat di seismogram dengan amplitudo 36 mm dan durasi 106 detik, dengan jarak luncur 1 kilometer (km). Awan panas kedua tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 mm dan durasi 114 detik. Jarak luncur 1,5 km. Baca juga: Aktivitas Meningkat, Sejak Pagi Gunung Sinabung Alami 13 Kali Guguran Panas

BPPTKG pada pukul 06.00 WIB-12.00 WIB juga mencatat terjadi satu kali semburan lava pijar sejuah 500 meter juga ke arah barat daya. Angin bertiup sedang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 20-28 °C, kelembaban udara 76-83 %, dan tekanan udara 843-916 mmHg.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.“Cuaca cerah dan berawan. Gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III,” kata petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPTTKG, Rachmat Widyo Laksono, Kamis (8/4/2021)



BPPTKG juga mencatat gempa guguran sebanyak 22 kali, dengan amplitudo3-17 mm, durasi 14-17 mm, dengan durasi 14-54 detik. Untuk status masih level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. Baca juga: Semburan Materail Vulkanik Erupsi Raung Capai 2.000 Meter, Bandara Ditutup Total

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. “Kami minta warga tidak beraktivitas dalam radius bahaya dari puncak karena potensi ancaman bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top