Menyuarakan Persatuan Dinilai Efektif Mencegah Paham Radikalisme
Selasa, 06 April 2021 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
"GMKI selalu konsisten menyuarakan persatuan dan kebangsaan ditengah kaderisasi kita dengan aktif membuat kegiatan untuk menanamkan pemahaman. Perlu ada penanaman budaya sejak usia dini secara konsisten dan tersistem," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Najih Prastiyo, Ketua Umum IMM menilai bahwa upaya melawan radikalisme dengan cara radikal hanya akan menimbulkan efek domino. Konsep ini justru akan menambah daftar panjang radikalisme di Indonesia. Baca: Letusan Tembakan dan Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Kapal Ikan Vietnam.
"Ada kecenderungan pelaku teror adalah anak muda dan bisa jadi kelompok muda ini gagap dalam membaca kondisi saat ini. Dalam konteks media sosial, kita sering alpa dalam melahirkan motivator baru. Ini juga yang perlu dipersiapkan oleh kita," ungkapnya.
Pengamat Hasibullah Satrawi berpendapat, salah satu kunci untuk bisa menuju kesana adalah kita harus mempunyai kemampuan untuk mengurai masalah ini agar bisa merumuskan untuk menemukan akar masalahnya. Bagi organisasi pemuda, tantangannya adalah bisa memastikan tidak ada kadernya yang menyimpang, karena sudah cukup membantu. Baca Juga: Awal April, Polda Sumsel Ungkap 37 Kasus Narkoba.
"Saya ingin menyampaikan bahwa tantangan merawat Indonesia saat ini adalah bagaimana membuat mereka yang berbeda kemudian kita tetap diberikan cara bagaimana supaya mereka tidak keras dan tidak semkain jauh. Oleh karena itu, persatuan Indonesia perlu disuarakan karena kita mempunyai kekuatan dari sana," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Najih Prastiyo, Ketua Umum IMM menilai bahwa upaya melawan radikalisme dengan cara radikal hanya akan menimbulkan efek domino. Konsep ini justru akan menambah daftar panjang radikalisme di Indonesia. Baca: Letusan Tembakan dan Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Kapal Ikan Vietnam.
"Ada kecenderungan pelaku teror adalah anak muda dan bisa jadi kelompok muda ini gagap dalam membaca kondisi saat ini. Dalam konteks media sosial, kita sering alpa dalam melahirkan motivator baru. Ini juga yang perlu dipersiapkan oleh kita," ungkapnya.
Pengamat Hasibullah Satrawi berpendapat, salah satu kunci untuk bisa menuju kesana adalah kita harus mempunyai kemampuan untuk mengurai masalah ini agar bisa merumuskan untuk menemukan akar masalahnya. Bagi organisasi pemuda, tantangannya adalah bisa memastikan tidak ada kadernya yang menyimpang, karena sudah cukup membantu. Baca Juga: Awal April, Polda Sumsel Ungkap 37 Kasus Narkoba.
"Saya ingin menyampaikan bahwa tantangan merawat Indonesia saat ini adalah bagaimana membuat mereka yang berbeda kemudian kita tetap diberikan cara bagaimana supaya mereka tidak keras dan tidak semkain jauh. Oleh karena itu, persatuan Indonesia perlu disuarakan karena kita mempunyai kekuatan dari sana," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :