Guru Besar UIN Syekh Nurjati: Waspadai Politik Adu Domba Berkedok Agama di Medsos
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 18:34 WIB
loading...
Guru Besar UIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Didin Nurul Rosyidin menyatakan politik pecah belah berbasis agama di medsos sering dimanfaatkan kelompok ekstrem. Foto/Ist
A
A
A
CIREBON - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati Cirebon, Prof Didin Nurul Rosyidin menyatakan politik adu domba atau pecah belah berbasis agama dimedia sosial (medsos)sering dimanfaatkan kelompok ekstrem. Sehingga harus diwaspadai karena aksi itu untuk mendelegitimasi pemerintah dan ulama moderat.
Didin menilai, strategi ini kerap digunakan oleh kelompok radikal untuk menyasar generasi muda guna menyebarkan propaganda dan pengaruhnya. Hal ini muncul sebagai respons atas penangkapan anggota jaringan kelompok yang terafiliasi ISIS di Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada awal Oktober 2025.
Baca juga: Presiden Prabowo: Jangan Kita Mau Terus Diadu Domba
Ia mengatakan biasanya kelompok ekstremis-jihadis ini membawa narasi penyederhanaan dunia yang dinamis menjadi realitas biner, laiknya hitam-putih atau surga-neraka. Atas dasar itu, siapapun yang tidak sejalan dengan mereka, termasuk pemerintah, para ulama moderat, bahkan keluarga sekalipun, akan dianggap sebagai musuh yang harus dilawan.
“Dunia dibagi secara sederhana menjadi kita dan mereka, kawan dan musuh,” ujar Didin di Cirebon, dikutip Minggu (18/10/2025).
Didin menilai, strategi ini kerap digunakan oleh kelompok radikal untuk menyasar generasi muda guna menyebarkan propaganda dan pengaruhnya. Hal ini muncul sebagai respons atas penangkapan anggota jaringan kelompok yang terafiliasi ISIS di Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada awal Oktober 2025.
Baca juga: Presiden Prabowo: Jangan Kita Mau Terus Diadu Domba
Ia mengatakan biasanya kelompok ekstremis-jihadis ini membawa narasi penyederhanaan dunia yang dinamis menjadi realitas biner, laiknya hitam-putih atau surga-neraka. Atas dasar itu, siapapun yang tidak sejalan dengan mereka, termasuk pemerintah, para ulama moderat, bahkan keluarga sekalipun, akan dianggap sebagai musuh yang harus dilawan.
“Dunia dibagi secara sederhana menjadi kita dan mereka, kawan dan musuh,” ujar Didin di Cirebon, dikutip Minggu (18/10/2025).
Lihat Juga :