Angkut Gubernur Papua Lukas Enembe ke Papua Nugini Lewat Jalur Tikus, Ini Pengakuan Tukang Ojek

loading...
Angkut Gubernur Papua Lukas Enembe ke Papua Nugini Lewat Jalur Tikus, Ini Pengakuan Tukang Ojek
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Foto/Ist.
JAYAPURA - Gubernur Papua , Lukas Enembe mengakui telah menyalahi UU No. 6/2011 tentang keimigrasian, terkait dokumen pelintas batas negara. Dia tidak melalui Pintu Masuk Lintas Batas Negara (PLBN) di Skow Kota Jayapura, melainkan melewati jalur tikus di wilayah Skow.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Ngaku Salah, Naik Ojek ke Papua Nugini Tanpa Dokumen

Hal ini juga diakui tukang ojek yang digunakan Lukas Enembe saat melewati jalur tradisional tersebut. Hendrik, nama panggilan sang tukang ojek mengaku jika dirinya tidak tahu jika yang dibawanya adalah Gubernur Papua , Lukas Enembe.

"Saya tidak tahu kalau itu gubernur, setelah tiba dipangkalan ojek, saya diberi tahu kalau yang diantar adalah Gubernur Papua ," katanya, Jumat (2/4/2021). Baca juga: Mabuk Usai Asyik Dugem di Tempat Karaoke, 2 Wanita Seksi Tewas Tabrak Truk Boks

Dijelaskan, pengguna jasa ojeknya itu yang kemudian diketahui adalah Gubernur Papua, Lukas Enembe tidak sendirian, melainkan bersama dua orang pendamping. Seorang laki-laki yang kemudian diketahui bernama Hendrik Abidondifu, dan seorang perempuan yang diketahui bernama Ely Wenda. "Mereka tiga orang, saya bonceng dua orang, sementara satu orang perempuan naik ojek lainnya," ucapnya.





Lanjut Hendrik, selepas mengantar gubernur bersama rekannya, dirinya diupahi Rp100 ribu, dan sempat hendak dikembalikan karena kebanyakan, Karena dikatakan tarif biasa hanya dua kina atau setara dengan Rp8.000 dihitung kurs rupiah ke mata uang kina saat ini sekitar Rp.4000. "Habis antar mereka, saya dibayar Rp100 ribu. Saya bilang ini kebanyakan, tapi penumpang bilang ambil saja," ucapnya.

Baca juga: Tasikmalaya Gempar, 2 Tahanan Kejaksaan yang Positif COVID-19 Kabur Dari Ruang Isolasi

Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada awak media di Kantor PLBN Skow sadar dan mengakui jika apa yang dilakukannya salah. Dia mengaku jika dirinya ke Papua Nugini untuk berobat. "Saya pergi berobat, saya sakit tidak ada yang urus saya. Sebenarnya saya salah, saya tahu," katanya. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di PLBN Skow, gubernur dan rombongan penjemput langsung meninggalkan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top