Puluhan Buaya Diselundupkan ke Jakarta Lewat Bandara Pekanbaru, 7 Mati dan 15 Masih Hidup
Kamis, 01 April 2021 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Pengungkapan ini berawal saat petugas bandara mencugai sebuah paket kemasan plastik besar. Paket ini rencana akan dikirim ke Jakarta Timur, atas nama Johan. Pengirimnya tertera bernama Rendi yang beralamat di Kabupaten Bengkalis, Riau. "Kemudian dilakukan pemeriksaan XRay. Paket yang dikirim melalui TIKI dengan nomor resi 03021036077," imbuhnya.
![Puluhan Buaya Diselundupkan ke Jakarta Lewat Bandara Pekanbaru, 7 Mati dan 15 Masih Hidup]()
Setelah mengetahui isi paket merupakan satwa dilindungi , petugas bandara menyerahkan puluhan satwa reptil ini ke pihak BBKSDA Riau. Pihak BBKSDA juga melakukan kordinasi dengan pihak Polda Riau. Baca juga: Bandung Gempar, Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Habib Temukan Atribut FPI
"Dari alamat yang ditelusuri, ternyata pengirim bukan dari Bengkalis tapi terdeteksi di Siak. Alamat tujuan pengirim juga tidak sesuai dengan alamat pengirim," imbuh Suharyono. Untuk buaya yang masih hidup, petugas melakukan pelepasliaran pada 31 Maret 2021 setelah sebelumnya dirawat. Sedangkan yang sudah mati disimpan di lemari pendingin.
Pengungkapan ini berawal saat petugas bandara mencugai sebuah paket kemasan plastik besar. Paket ini rencana akan dikirim ke Jakarta Timur, atas nama Johan. Pengirimnya tertera bernama Rendi yang beralamat di Kabupaten Bengkalis, Riau. "Kemudian dilakukan pemeriksaan XRay. Paket yang dikirim melalui TIKI dengan nomor resi 03021036077," imbuhnya.

Setelah mengetahui isi paket merupakan satwa dilindungi , petugas bandara menyerahkan puluhan satwa reptil ini ke pihak BBKSDA Riau. Pihak BBKSDA juga melakukan kordinasi dengan pihak Polda Riau. Baca juga: Bandung Gempar, Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Habib Temukan Atribut FPI
"Dari alamat yang ditelusuri, ternyata pengirim bukan dari Bengkalis tapi terdeteksi di Siak. Alamat tujuan pengirim juga tidak sesuai dengan alamat pengirim," imbuh Suharyono. Untuk buaya yang masih hidup, petugas melakukan pelepasliaran pada 31 Maret 2021 setelah sebelumnya dirawat. Sedangkan yang sudah mati disimpan di lemari pendingin.
(eyt)
Lihat Juga :