Puluhan Buaya Diselundupkan ke Jakarta Lewat Bandara Pekanbaru, 7 Mati dan 15 Masih Hidup

loading...
Puluhan Buaya Diselundupkan ke Jakarta Lewat Bandara Pekanbaru, 7 Mati dan 15 Masih Hidup
Petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, menggagalkan upaya penyelundupan buaya. Foto/Dok. BBKSDA Riau
PEKANBARU - Petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, menggagalkan upaya penyelundupan satwa langka. Dalam hal ini pihak bandara dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, menyita puluhan buaya .

Baca juga: Hilang 3 Hari, Tubuh Kakek Geraldin Ditemukan Tercabik-cabik Diterkam Buaya

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengatakan, petugas gabungan menyita sebanyak 22 ekor jenis buaya muara (Crocodilus porosus) yang ukurannya tidak begitu besar. Rencana satwa liar itu akan diselundupkan ke Jakarta.



Barang bukti yang disita berupa buaya muara itu dikemas dalam delapan kantong plastik. Terdapat tujuh ekor dalam kondisi mati dan yang masih hidup sebanyak 15 ekor," imbuh Suharyono, Kamis (1/4/2021).



Baca juga: Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung

Pengungkapan ini berawal saat petugas bandara mencugai sebuah paket kemasan plastik besar. Paket ini rencana akan dikirim ke Jakarta Timur, atas nama Johan. Pengirimnya tertera bernama Rendi yang beralamat di Kabupaten Bengkalis, Riau. "Kemudian dilakukan pemeriksaan XRay. Paket yang dikirim melalui TIKI dengan nomor resi 03021036077," imbuhnya.

Puluhan Buaya Diselundupkan ke Jakarta Lewat Bandara Pekanbaru, 7 Mati dan 15 Masih Hidup


Setelah mengetahui isi paket merupakan satwa dilindungi , petugas bandara menyerahkan puluhan satwa reptil ini ke pihak BBKSDA Riau. Pihak BBKSDA juga melakukan kordinasi dengan pihak Polda Riau. Baca juga: Bandung Gempar, Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Habib Temukan Atribut FPI

"Dari alamat yang ditelusuri, ternyata pengirim bukan dari Bengkalis tapi terdeteksi di Siak. Alamat tujuan pengirim juga tidak sesuai dengan alamat pengirim," imbuh Suharyono. Untuk buaya yang masih hidup, petugas melakukan pelepasliaran pada 31 Maret 2021 setelah sebelumnya dirawat. Sedangkan yang sudah mati disimpan di lemari pendingin.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top