Di Usia-74, HMI Alami Degradasi Pergerakan dan Perkaderan
Rabu, 24 Maret 2021 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, hal ini penting dalam mewujudkan penyatuan HMI dengan menghadirkan demisioner PJ Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma dan PJ Ketua Umum PB HMI Abdul Muis Amiruddin di forum Kongres HMI Ke-31.
“Hilangkan sekat-sekat atau pengkotak-kotakan dalam momentum Kongres HMI Ke-31 dengan rembuk bareng antar para kandidat Ketua Umum PB HMI yang jumlahnya 26 dan dihadiri juga oleh 204 Cabang Se-Indonesia,” kata dia.
Dia juga berharap menghadirkan Badan Kordinasi (BADKO) Se-Indonesia, Badan Pengelola Latihan (BPL), Lembaga Pengembangan Keprofesian (LPP), Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dalam forum Kongres HMI Ke-31.
“Bagaimanapun BADKO dan Badan-Badan Khusus adalah penopang pergerakan dan perkaderan HMI yang harus dihargai dan juga bertanggungjawab untuk kemajuan HMI,” kata doa.
Paska Kongres HMI Ke-31, kata dia, tidak ada lagi dualisme atau perpecahan dalam tubuh HMI dan kembali fokus pada peningkatan kualitas perkaderan. Sehingga dapat menghasilkan nahkoda atau Ketua Umum PB HMI yang benar-benar mampu menjadi pemimpin bagi semua, bukan hanya kelompok tertentu. Hal itu hasil pertimbangan dan keputusan cabang-cabang yang berangkat dari rasionalitas perkaderan dan pergerakan HMI kedepannya. “Namun, jika poin-poin di atas tidak terpenuhi maka Kongres HMI Ke-31 di Surabaya tidak selesai atau tuntas,” pungkas dia.
“Hilangkan sekat-sekat atau pengkotak-kotakan dalam momentum Kongres HMI Ke-31 dengan rembuk bareng antar para kandidat Ketua Umum PB HMI yang jumlahnya 26 dan dihadiri juga oleh 204 Cabang Se-Indonesia,” kata dia.
Dia juga berharap menghadirkan Badan Kordinasi (BADKO) Se-Indonesia, Badan Pengelola Latihan (BPL), Lembaga Pengembangan Keprofesian (LPP), Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dalam forum Kongres HMI Ke-31.
“Bagaimanapun BADKO dan Badan-Badan Khusus adalah penopang pergerakan dan perkaderan HMI yang harus dihargai dan juga bertanggungjawab untuk kemajuan HMI,” kata doa.
Paska Kongres HMI Ke-31, kata dia, tidak ada lagi dualisme atau perpecahan dalam tubuh HMI dan kembali fokus pada peningkatan kualitas perkaderan. Sehingga dapat menghasilkan nahkoda atau Ketua Umum PB HMI yang benar-benar mampu menjadi pemimpin bagi semua, bukan hanya kelompok tertentu. Hal itu hasil pertimbangan dan keputusan cabang-cabang yang berangkat dari rasionalitas perkaderan dan pergerakan HMI kedepannya. “Namun, jika poin-poin di atas tidak terpenuhi maka Kongres HMI Ke-31 di Surabaya tidak selesai atau tuntas,” pungkas dia.
(nth)
Lihat Juga :