Forkopimda Jabar Lepas Babinsa-Bhabinkamtibmas-Satpol PP Bagikan 2.000 Paket Sembako
Selasa, 19 Mei 2020 - 21:27 WIB
loading...
A
A
A
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, upaya penanggulangan wabah COVID-19 ini ibarata perang. Semua yang mengaku warga negara Indonesia harus ikut bela negara.
Ada yang bela negara di garis depan yaitu para dokter dan tenaga kesehatan. Ada pula yang bela negara dengan harta, menyumbangkan bantuan buat darurat kesehatan atau ekonomi. Ada yang bela negara dengan ilmu membangun teknologi ventilator, VCR dan rapid test.
"Yang punya tenaga, bela negara dengan menjadi relawan dan sisanya adalah bela negara dengan disiplin karena musuh hadir dikerumunan. Ada kerumunan ada COVID, tidak ada kerumunan tidak ada COVID," kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.
Dalam kondisi perang, ujar Kang Emil, ada tiga babak yang harus diwaspadai. Dua babak telah terjadi dan babak ketiga belum, dan diharapkan jangan terjadi.
"Babak pertama adalah darurat kesehatan sudah dan sedang terjadi, babak ke 2 adalah darurat ekonomi sedang terjadi, dan yang ke 3 darurat sosial politik jangan sampai terjadi," ujar Kang Emil.
Dalam darurat ekonomi, tutur Gubernur, Pemprov Jabar telah menyampaikan kepada masyarakat yang terdampak tidak lagi 40% menurut teori tapi sudah 63%. Sebesar 63% masyarakat yang mengalami darurat ekonomi ini tidak bisa semuanya ditanggung oleh negara.
"Karena itu, saya mengimbau mari geser pembatasan sosial menjadi solidaritas sosial. Siapa yang tangannya di atas, mari bergabung untuk membantu mereka yang tangannya sudah di bawah," tutur Gubernur.
Ada yang bela negara di garis depan yaitu para dokter dan tenaga kesehatan. Ada pula yang bela negara dengan harta, menyumbangkan bantuan buat darurat kesehatan atau ekonomi. Ada yang bela negara dengan ilmu membangun teknologi ventilator, VCR dan rapid test.
"Yang punya tenaga, bela negara dengan menjadi relawan dan sisanya adalah bela negara dengan disiplin karena musuh hadir dikerumunan. Ada kerumunan ada COVID, tidak ada kerumunan tidak ada COVID," kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.
Dalam kondisi perang, ujar Kang Emil, ada tiga babak yang harus diwaspadai. Dua babak telah terjadi dan babak ketiga belum, dan diharapkan jangan terjadi.
"Babak pertama adalah darurat kesehatan sudah dan sedang terjadi, babak ke 2 adalah darurat ekonomi sedang terjadi, dan yang ke 3 darurat sosial politik jangan sampai terjadi," ujar Kang Emil.
Dalam darurat ekonomi, tutur Gubernur, Pemprov Jabar telah menyampaikan kepada masyarakat yang terdampak tidak lagi 40% menurut teori tapi sudah 63%. Sebesar 63% masyarakat yang mengalami darurat ekonomi ini tidak bisa semuanya ditanggung oleh negara.
"Karena itu, saya mengimbau mari geser pembatasan sosial menjadi solidaritas sosial. Siapa yang tangannya di atas, mari bergabung untuk membantu mereka yang tangannya sudah di bawah," tutur Gubernur.
Lihat Juga :