alexametrics

Tak Diberi Uang, 6 Anggota Ormas Aniaya Seorang Sopir Mobil Boks di Ujungberung

loading...
Tak Diberi Uang, 6 Anggota Ormas Aniaya Seorang Sopir Mobil Boks di Ujungberung
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Dua anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas) berinisial Ys (39) dan Rr (40) ditangkap polisi karena diduga menganiaya Sandi Suryo Sudaryadi (44) di Jalan AH Nasution, Ujungberung, Kota Bandung pada Kamis 16 April 2020 sore.

Kasus penganiayaan secara bersama-sama yang diduga kuat dilatarbelakangi motif pemerasan ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung. Setelah menerima laporan dari korban, anggota Satreskrim melakukan penyelidikan dan meringkus dua anggota ormas yang diduga melakukan penganiayaan.

"Kejadiannya (penganiayaan) kemarin sore. Korban (Sandi Suryo) dianiaya. Malamnya, dua orang kami amankan. Korban SS saat ini di RS Ujungberung," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri.



Penganiayaan ini, ujar Galih, bermula saat korban sedang parkir di pinggir jalan dan berada di balik kemudi. Tak lama kemudian datang salah satu pelaku, masih dalam pencarian, meminta uang secara paksa.

"Korban didatangi pelaku, meminta uang untuk pengobatan luka ke rumah sakit. Korban menolak memberi uang. Karena emosi, para pelaku masuk ke dalam mobil dan memukuli korban," ujar Kasat Reskrim.

Galih menuturkan, jumlah pelaku penganiayaan lebih dari dua orang. Pelaku lain masih dalam pencarian. "Korban dianiaya bersama-sama oleh para pelaku. Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Jadi kasusnya penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan," tutur Galih.

"Korban mengalami luka memar dan robek pada jidat dan kepala bagian atas, telapak tangan kanan, lengan kanan, dan kiri," ungkap dia.

Sementara itu, korban Sandi Suryo Sudaryadi, warga Cibaduyut, Kota Bandung, mengatakan, dirinya dianiaya oleh enam orang berseragam salah satu ormas.

Kronologi kejadian, kata Sandi, pada Kamis (16/4/2020) sore, awalnya dia berada di balik kemudi mobil boks yang parkir di tepi Jalan AH Nasution, Ujungberung. Saat itu Sandi hendak kembali ke kantornya di Jalan Soekarno-Hatta.

Tiba-tiba, datang tiga motor yang masing-masing berboncengan dua orang, jadi total enam orang. Tiga dari enam orang itu memukul mobil yang melaju pelan di depan mobil boks Sandi.

Tangan salah seorang pelaku yang memukul mobil berdarah. Namun pengendara mobil yang dipukul pergi meninggalkan lokasi bersama kendaraannya.

Setelah itu, keenam orang berseragam salah satu ormas tersebut menghampiri Sandi. "Mereka minta uang buat berobat. Saya enggak kasih. Saya mau antar ke rumah sakit saja, tapi mereka malah marah-marah. Saya menepi. Pintu kiri saya dibuka lalu mereka memukuli saya," kata Sandi melalui telepon selulernya (ponsel), Sabtu (18/4/2020).

Korban Sandi berusaha keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri. Setelah berhasil keluar, Sandi tetap dikejar oleh enam pelaku. Selama dikejar-kejar, pelaku memukuli kepala, wajah, dan badan korban.

"Orang-orang ngelihatin saya. Jalanan macet. Saya minta tolong, tapi tidak ada yang menolong. Kepala saya sudah berdarah, tetap saja tidak ada yang menolong," ujar dia.

Sandi memperkirakan, aksi penganiayaan tersebut berlangsung kurang dari 20 menit. "Mereka berhenti menganiaya setelah ada dua anggota TNI di Zypur Ujungberung menolong saya. Mereka melarikan diri. Kalau enggak ada tentara itu habis saya. Soalnya orang-orang tidak ada yang nolongin. Mungkin karena pelaku orang ormas," tutur Sandi.

Beruntung ada teman Sandi melintas dan membawanya ke RSUD Ujungberung Kota Bandung, Jalan Rumah Sakit. Sandi harus menjalani operasi di kepala karena terluka akibat hantaman benda tumpul.

Sandi, merupakan karyawan swasta dari perusahaan makanan ringan ternama di Jalan Soekarno-Hatta. Dia tetap bekerja di tengah wabah virus corona.

"Karena saya bagian lapangan yang suplai makanan ke toko-toko, jadi tidak bisa kerja di rumah. Saat kejadian saya sudah hendak pulang ke kantor," ucap dia.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak