Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Walisongo Amin Syukur Tutup Usia
Selasa, 16 Maret 2021 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, kesembuhan dan cara almarhum menghadapi sakit menginspirasi jutaan orang, membuat orang tak gampang menyerah, bersyukur bahkan tak sedikit juga bisa sembuh. "Istrinya, Bu Fat telah wafat kalau gak salah sekitar 5 tahun lalu. Bu Fat meninggal 16 Maret 2016," katanya. Abdul Khakim menambahkan, tanggal meninggalnya Prof Amin Syukur sama dengan saat meninggalnya istrinya (Bu Fat), yakni 16 Maret.
SekretarisLEMBKOTA (Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf) Semarang, Joko Tri Haryanto menuturkan bahwa selain ahli tasawuf, Prof Amin Syukur merupakan pengasuh rubrik Terapi Hati di KORAN SINDO sejak tahun 2007.
Almarhumlahir di Gresik, 17 Juli 1952. Prof Amin Syukur mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren al-Karimi Tebuwung Gresik (1960), MI di Pondok Pesantren Ihyaul ‘Ulum Gresik (1965), MTs Ponpes Darul ‘Ulum (1969), MA di Ponpes Darul ‘Ulum Jombang (1972) kemudian melanjutkan ke IAIN Walisongo, Semarang.
Selanjutnya menjadi dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo (1980), dan memperoleh gelar Guru besar Madya dalam bidang Tasawuf di IAIN Walisongo yang dikukuhkan pada 18 Agustus 1996. Buku yang karyanya antara lain "Zikir Menyembuhkan Kanker", "Terapi Hati", "Sufi Healing (terapi dengan metode tasawuf)", dan "Manata Hati Agar Disayang Illahi".
Prof Amin Syukur juga menjadi direktur di LEMBKOTA Semarang sejak 2001, pembina Yayasan Al-Muhsinun Semarang sejak 2002-Sekarang), pembina Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang (2008-sekarang), pembina Lembaga Studi Agama dan Pembangunan (LSAP) Semarang, pembina Yayasan Pengajian Ahad Pagi Bersama (YAPAPB) sejak 2004 dan penceramah tentang keagamaan dan tasawuf di bergagai kegiatan.
SekretarisLEMBKOTA (Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf) Semarang, Joko Tri Haryanto menuturkan bahwa selain ahli tasawuf, Prof Amin Syukur merupakan pengasuh rubrik Terapi Hati di KORAN SINDO sejak tahun 2007.
Almarhumlahir di Gresik, 17 Juli 1952. Prof Amin Syukur mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren al-Karimi Tebuwung Gresik (1960), MI di Pondok Pesantren Ihyaul ‘Ulum Gresik (1965), MTs Ponpes Darul ‘Ulum (1969), MA di Ponpes Darul ‘Ulum Jombang (1972) kemudian melanjutkan ke IAIN Walisongo, Semarang.
Selanjutnya menjadi dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo (1980), dan memperoleh gelar Guru besar Madya dalam bidang Tasawuf di IAIN Walisongo yang dikukuhkan pada 18 Agustus 1996. Buku yang karyanya antara lain "Zikir Menyembuhkan Kanker", "Terapi Hati", "Sufi Healing (terapi dengan metode tasawuf)", dan "Manata Hati Agar Disayang Illahi".
Prof Amin Syukur juga menjadi direktur di LEMBKOTA Semarang sejak 2001, pembina Yayasan Al-Muhsinun Semarang sejak 2002-Sekarang), pembina Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang (2008-sekarang), pembina Lembaga Studi Agama dan Pembangunan (LSAP) Semarang, pembina Yayasan Pengajian Ahad Pagi Bersama (YAPAPB) sejak 2004 dan penceramah tentang keagamaan dan tasawuf di bergagai kegiatan.
(shf)
Lihat Juga :