Orasi Guru Besar UMJ Prof Sri Yunanto: Tegaskan Soft Power Fondasi Indonesia Emas 2045

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:15 WIB
loading...
Orasi Guru Besar UMJ...
Guru Besar Ilmu Politik dan Humaniora UMJ, Profesor Sri Yunanto menyampaikan orasi ilmiah pada acara pengukuhan guru besar di Kampus UMJ, Ciputat, Tangsel. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju dan berpengaruh pada saat memasuki usia satu abad kemerdekaan pada 2045. Namun peluang tersebut tidak akan tercapai hanya dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam (SDA) dan jumlah penduduk yang besar.

Kekuatan nilai, budaya, demokrasi, serta kualitas kebijakan publik yang dikenal sebagai soft power harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Umat, UMJ Gelar Hari Bermuhammadiyah

Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Politik dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Profesor Sri Yunanto dalam Orasi Ilmiah pada acara pengukuhan dirinya di Kampus UMJ, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (13/1/2026).



Dalam orasi bertajuk refleksi Indonesia Emas 2045 dari perspektif politik dan kekuatan lunak negara, Yunanto menegaskan bahwa Indonesia berada pada persimpangan sejarah. Di satu sisi, Indonesia memiliki modal besar untuk melompat menjadi negara maju. Di sisi lain, berbagai persoalan struktural masih membayangi dan berpotensi menghambat pencapaian visi besar tersebut.

“Indonesia tidak kekurangan potensi. Yang menjadi soal adalah bagaimana potensi itu dikelola. Di sinilah peran soft power menjadi sangat penting,” kata Yunanto di hadapan civitas akademika UMJ dan undangan.

Baca juga: Prabowo Kritik Teori Neoliberal: Netesnya 300 Tahun, Kita Sudah Mati Semua!

Yunanto mengawali orasinya dengan refleksi historis dan spiritual. Ia mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18 yang menekankan pentingnya menyiapkan masa depan dengan belajar dari apa yang telah dilakukan di masa lalu. Menurutnya, pesan tersebut relevan dalam konteks Indonesia yang tengah menatap masa depan sebagai bangsa berusia 100 tahun.

“Masa depan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarahnya. Visi Indonesia Emas 2045 harus dibangun di atas refleksi yang jujur atas capaian dan kegagalan bangsa ini,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Yunanto, telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju, modern, berdaulat, berkeadilan, dan berpengaruh di dunia internasional. Visi tersebut mencakup pembangunan manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerataan ekonomi, serta ketahanan nasional.

Optimisme terhadap visi ini juga diperkuat oleh proyeksi ekonomi global. Laporan Goldman Sachs Global Economics Paper memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu dari tujuh negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045, sejajar dengan Amerika Serikat, China, India, Jepang, Jerman, dan Inggris.

“Optimisme ini bukan sekadar mimpi. Indonesia memiliki dasar objektif untuk mencapainya, asalkan dikelola dengan strategi yang tepat,” ujar Yunanto.

Dalam orasinya, Yunanto menguraikan dua modal utama Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, yakni sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA). Dari sisi demografi, Indonesia memiliki populasi sekitar 286 juta jiwa dan berada di peringkat keempat negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Pada 2035, Indonesia diperkirakan memasuki puncak bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Ratusan Mahasiswa Uhamka...
Ratusan Mahasiswa Uhamka Diadang Polisi saat Hendak Demo ke Monas
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
Kukuhkan 6 Profesor,...
Kukuhkan 6 Profesor, Ketua Majelis Wali Amanat USK Tekankan Integritas Akademik
BPIP Apresiasi Pemkab...
BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Buat Perda Pendidikan Pancasila
Rakernas di Bekasi,...
Rakernas di Bekasi, Laskar Anti Korupsi Indonesia Ingin Perkuat Peran Pengawasan
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
NewJeans Kembali Terseret...
NewJeans Kembali Terseret Kasus Plagiarisme, Lagu ETA Digugat di Amerika Serikat
Berita Terkini
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved