Ini Uraian Wali Kota Marten Tentang Kebudayaan Gorontalo di Hadapan Profesor Asal UNG dan UNHAS
Senin, 15 Maret 2021 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Ia jelaskan, merawat dan membangun kearifan lokal merupakan upaya untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Identitas anak bangsa akan terus melekat, manakala kearifan lokal itu terus terjaga dan berkembang.
“Menggali kearifan nenek moyang yang hilang, termasuk salah satu bagian memperkuat kembali eksistensi kebangsaan. Sudah semestinya pengembangan kebudayaan harus dimulai dari pembangunan desa, dan pembangunan daerah di Indonesia. Dengan tidak melupakan identitas kebangsaannya, yakni kearifan lokal,” tutur Marten.
Identitas Gorontalo kata Merten, identik dengan menggambarkan sebuah etnik di Nusantara, budaya yang ada di Gorontalo.
Ia menyatakan masyarakat Gorontalo dikenal sangat kental dengan kombinasi nuansa adat, dan budaya.
"Potret tersebut tercermin pada realitas yang telah mengkristal sejak zaman dahulu, dalam ungkapan “Aadati Hula-Hula’a To Sara’a, Sara’a Hula-Hula’a To Kitabullah”. Yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebihnya adalah, “Adat Bertumpu Pada Syara, Syara Bertumpu Pada Kitabullah”, "tuturnya.
Wali kota menjelang dalam tata kehidupan bermasyarakat di Gorontalo, adat dipandang sebagai satu kehormatan atau adab, norma dan bahkan merupakan pedoman dalam tata laksana pemerintahan.
“Menggali kearifan nenek moyang yang hilang, termasuk salah satu bagian memperkuat kembali eksistensi kebangsaan. Sudah semestinya pengembangan kebudayaan harus dimulai dari pembangunan desa, dan pembangunan daerah di Indonesia. Dengan tidak melupakan identitas kebangsaannya, yakni kearifan lokal,” tutur Marten.
Identitas Gorontalo kata Merten, identik dengan menggambarkan sebuah etnik di Nusantara, budaya yang ada di Gorontalo.
Ia menyatakan masyarakat Gorontalo dikenal sangat kental dengan kombinasi nuansa adat, dan budaya.
"Potret tersebut tercermin pada realitas yang telah mengkristal sejak zaman dahulu, dalam ungkapan “Aadati Hula-Hula’a To Sara’a, Sara’a Hula-Hula’a To Kitabullah”. Yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebihnya adalah, “Adat Bertumpu Pada Syara, Syara Bertumpu Pada Kitabullah”, "tuturnya.
Wali kota menjelang dalam tata kehidupan bermasyarakat di Gorontalo, adat dipandang sebagai satu kehormatan atau adab, norma dan bahkan merupakan pedoman dalam tata laksana pemerintahan.
Lihat Juga :