7 Pasien Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 Luwu Utara Tersisa 15
Minggu, 14 Maret 2021 - 18:54 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A
A
A
LUWU UTARA - Memasuki awal 2021, penanganan Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara mulai memperlihatkan progress yang menggembirakan. Ini dibuktikan dengan tingginya angka kesembuhan yang kini mencapai 95,42%.
Angka kesembuhan ini diikuti reproduksi virus Rt di bawah 1 persen. Pun tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit kurang dari 2,86%. Kondisi ini berlangsung hingga minggu kedua Maret 2021.
Baca juga: Jadi Negara Prioritas, Vaksin AstraZeneca Mulai Masuk Indonesia
“Pertumbuhan kasus Covid-19 dengan Rt kurang dari 1 persen dalam sepekan terakhir ini tentu sangat menggembirakan,” kata Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara , Komang Krisna, Sabtu (13/3/2021) di Masamba.
Komang mengatakan, semua indikator penanganan Covid-19 kini memperlihatkan progres yang menggembirakan, kecuali pada indikator angka positif rate yang masih berkisar di angka 13%.
Baca juga: Epidemiolog Sebut Pandemi Covid-19 Masih Mengkhawatirkan
“Indikator yang masih perlu ditangani secara serius adalah menurunkan angka positif rate, dari 13% menjadi 5%, sesuai standar WHO , tentu dengan cara peningkatan kemampuan tracing surveilans dan testing,” jelas Komang.
Angka kesembuhan ini diikuti reproduksi virus Rt di bawah 1 persen. Pun tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit kurang dari 2,86%. Kondisi ini berlangsung hingga minggu kedua Maret 2021.
Baca juga: Jadi Negara Prioritas, Vaksin AstraZeneca Mulai Masuk Indonesia
“Pertumbuhan kasus Covid-19 dengan Rt kurang dari 1 persen dalam sepekan terakhir ini tentu sangat menggembirakan,” kata Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara , Komang Krisna, Sabtu (13/3/2021) di Masamba.
Komang mengatakan, semua indikator penanganan Covid-19 kini memperlihatkan progres yang menggembirakan, kecuali pada indikator angka positif rate yang masih berkisar di angka 13%.
Baca juga: Epidemiolog Sebut Pandemi Covid-19 Masih Mengkhawatirkan
“Indikator yang masih perlu ditangani secara serius adalah menurunkan angka positif rate, dari 13% menjadi 5%, sesuai standar WHO , tentu dengan cara peningkatan kemampuan tracing surveilans dan testing,” jelas Komang.
Lihat Juga :