Gula Rafinasi Langka, Pelaku Industri Mamin di Jawa Timur Menjerit
Selasa, 09 Maret 2021 - 06:45 WIB
loading...
Ketua Asosiasi Pesantren Entrepreneur Jatim, KH. Muhammad Zakki (kiri).
A
A
A
SURABAYA - Asosiasi Pesantren Entrepreneur Jatim khususnya yang bergerak di bidang makanan dan minuman (mamin) mengeluhkan kelangkaan gula rafinasi di Jawa Timur (Jatim). Kelangkaan tersebut dikhawatirkan menghambat kinerja industri mamin di provinsi berpenduduk 40 juta jiwa ini.
Ketua Asosiasi Pesantren Entrepreneur Jatim, KH. Muhammad Zakki mengatakan, langkanya bahan baku rafinasi yang sudah distop oleh pemerintah ini tentu membuat gaduh dari kalangan industri dan UMKM. Jika tidak mendapatkan bahan baku, maka pelaku usaha bisa bangkrut. Akibatnya terjadi pengangguran lantaran PHK. “Kami minta pemerintah segera menyikapi persoalan ini (kelangkaan gula rafinasi). Jawa Timur (Jatim) itu provinsi industri. Jangan dimatikan seperti ini,” katanya, Senin (8/3/2021).
Baca juga: Bank Jatim Serahkan CSR Sarana Prasarana Gereja di Madiun
Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo ini mengatakan, kelangkaan gula rafinasi ini akibat Peraturan Menteri Perindustrian (Menperin) Nomor 3 tahun 2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional. Menurutnya, diantara peraturan itu ada diskriminasi yakni rafinasi hanya distok di luar Jatim, padahal industri di Jatim ini sangat banyak.
"Kita sudah surati kepada Gubernur Jatim terkait kelangkaan gula rafinasi. Audensi belum, tapi semoga mendapat respon baik. Kenapa kita bergerak, karena ini menjelang bulan puasa dan Lebaran. Saat puasa dan Lebaran kan permintaan mamin cukup tinggi," jelasnya.
Ketua Asosiasi Pesantren Entrepreneur Jatim, KH. Muhammad Zakki mengatakan, langkanya bahan baku rafinasi yang sudah distop oleh pemerintah ini tentu membuat gaduh dari kalangan industri dan UMKM. Jika tidak mendapatkan bahan baku, maka pelaku usaha bisa bangkrut. Akibatnya terjadi pengangguran lantaran PHK. “Kami minta pemerintah segera menyikapi persoalan ini (kelangkaan gula rafinasi). Jawa Timur (Jatim) itu provinsi industri. Jangan dimatikan seperti ini,” katanya, Senin (8/3/2021).
Baca juga: Bank Jatim Serahkan CSR Sarana Prasarana Gereja di Madiun
Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo ini mengatakan, kelangkaan gula rafinasi ini akibat Peraturan Menteri Perindustrian (Menperin) Nomor 3 tahun 2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional. Menurutnya, diantara peraturan itu ada diskriminasi yakni rafinasi hanya distok di luar Jatim, padahal industri di Jatim ini sangat banyak.
"Kita sudah surati kepada Gubernur Jatim terkait kelangkaan gula rafinasi. Audensi belum, tapi semoga mendapat respon baik. Kenapa kita bergerak, karena ini menjelang bulan puasa dan Lebaran. Saat puasa dan Lebaran kan permintaan mamin cukup tinggi," jelasnya.
Lihat Juga :