Kelola Dana Rp2 M, Bank Mini SMKN 1 Pinrang Kolaps Dilapor Polisi
Jum'at, 05 Maret 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
"Yang melapor baru satu orang. Masih didalami, karena laporannya juga baru kami terima," jelasnya.
Ketua Unit Produksi SMKN 1 Pinrang , Abdul Rahman tidak menapik jika saat ini BMS yang dikelola pihaknya, kolaps. Bahkan saat ini, kas BMS dalam kondisi kosong, sehingga dipastikan pengembalian dana nasabah dalam waktu dekat, tidak memungkinkan.
"Tapi kalau nasabah mau bersabar, kita akan cari jalan untuk melakukan pengembalian. Ada kebijakan kepala sekolah terkait itu," kata dia.
Nasabah BMS SMKN 1 Pinrang , baik yang menyimpan uang maupun yang melakukan peminjaman, awalnya hanya sebatas lingkungan sekolah, diantarnya para guru dan pelajar. Hingga akhirnya dibuka umum bagi warga yang bermukim di sekitar sekolah.
Baca Juga: Pinrang Target Vaksinasi 1.500 Petugas Layanan Publik
Rahman mengungkapkan, tanda-tanda kolapsnya BMS SMKN 1 Pinrang , mulai terlihat pada tahun 2010 lalu. Saat itu, kata dia, pengembalian pinjaman dana yang dilakukan nasabah mulai mandek. Banyak yang melakukan tunggakan, sementara bunga simpanan nasabah yang menabung, harus tetap dibayarkan.
"Hingga akhirnya kas kosong dan kita tidak bisa mengembalikan dana simpanan ketika nasabah meminta," jelasnya.
Ketua Unit Produksi SMKN 1 Pinrang , Abdul Rahman tidak menapik jika saat ini BMS yang dikelola pihaknya, kolaps. Bahkan saat ini, kas BMS dalam kondisi kosong, sehingga dipastikan pengembalian dana nasabah dalam waktu dekat, tidak memungkinkan.
"Tapi kalau nasabah mau bersabar, kita akan cari jalan untuk melakukan pengembalian. Ada kebijakan kepala sekolah terkait itu," kata dia.
Nasabah BMS SMKN 1 Pinrang , baik yang menyimpan uang maupun yang melakukan peminjaman, awalnya hanya sebatas lingkungan sekolah, diantarnya para guru dan pelajar. Hingga akhirnya dibuka umum bagi warga yang bermukim di sekitar sekolah.
Baca Juga: Pinrang Target Vaksinasi 1.500 Petugas Layanan Publik
Rahman mengungkapkan, tanda-tanda kolapsnya BMS SMKN 1 Pinrang , mulai terlihat pada tahun 2010 lalu. Saat itu, kata dia, pengembalian pinjaman dana yang dilakukan nasabah mulai mandek. Banyak yang melakukan tunggakan, sementara bunga simpanan nasabah yang menabung, harus tetap dibayarkan.
"Hingga akhirnya kas kosong dan kita tidak bisa mengembalikan dana simpanan ketika nasabah meminta," jelasnya.
Lihat Juga :