Jabat Ketum ADPMET, Ridwan Kamil Komitmen Hadirkan Keadilan

loading...
Jabat Ketum ADPMET, Ridwan Kamil Komitmen Hadirkan Keadilan
Ketum ADPMET, Ridwan Kamil berkomitmen menghadirkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil migas dan energi terbarukan. Foto/MUJ ONWJ
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) IV ADPM di Bali pada Desember 2020.

Baca juga: BPH Migas Gandeng PT Pindad, Perkuat Pengawasan Distribusi Migas

Pengukuhan Ridwan Kamil sebagai Ketum ADPM dan jajaran pengurus ADPM periode 2020-2025 dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (2/3/2021) lalu. Sesuai amanat Munas APDM IV di Bali, ADPM selanjutnya bertransformasi menjadi Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET).

Baca juga: Blok Migas Rokan Diyakini Bakal Dongkrak Ekonomi Riau

Sebagai Ketum ADPMET, Ridwan Kamil menyatakan, kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil migas dan energi terbarukan perlu ditingkatkan. Sebab, kesejahteraan masih menjadi persoalan krusial. Selain itu, angka pengangguran yang tinggi dan infrastruktur yang kurang memadai masih menjadi persoalan daerah penghasil migas.

Oleh karena itu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyatakan, ADPMET berkomitmen membawa aspirasi dari daerah penghasil migas dan energi terbarukan agar mendapatkan hak adil yang akan kembali disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat secara langsung.



"Saya ingin rakyat-rakyat di daerah penghasil energi ini (berpikir) ternyata bumi kita kaya dengan sumber daya energi, (sehingga) korelasinya dengan aspal jalan yang lebih panjang, lebih banyak, sekolah lebih baik," kata Kang Emil.

Kang Emil pun menekankan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Dia berpendapat SDM di daerah penghasil migas tidak boleh hadir sebagai penonton, melainkan harus tampil sebagai subjek yang berdaya secara optimal melalui peningkatan capacity building, pendidikan, seminar dan transfer teknologi.

"Kami adalah subjek, kalau ada perusahaan besar dan global datang ke daerah, maka SDM-nya (harus) dari daerah itu juga," tuturnya.



Selain mendorong dari sisi pembangunan infrastruktur dan SDM, Kang Emil akan merumuskan regulasi yang mendukung kemajuan daerah penghasil migas juga melakukan pemetaan persiapan daerah untuk memenuhi target 23% bauran energi nasional yang dihasilkan oleh energi terbarukan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top