Dua Bulan Banjir Tak Surut, Pelajar Lamongan Terpaksa Sekolah Naik Perahu
Rabu, 03 Maret 2021 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Salah seorang guru di MI Thoriqotus Salam, Muhammad Imron mengaku baru pertama kali ini para siswa di sekolahnya menggunakan perahu sebagai alat transportasi untuk berangkat ke sekolah.
Mereka, kata Imron, biasanya menggunakan sepeda onthel dari rumah untuk berangkat ke sekolah namun saat ini jalan menuju sekolah rusak dan kebanjiran. "Selain untuk menjaga keselamatan, naik perahu juga masih didampingi orang tua sejak dari rumah hingga masuk sekolah," imbuhnya. Imron berharap agar pemerintah bisa secepatnya membangun jalan yang rusak akibat banjir ini.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, banjir jilid 2 di Lamongan ini berimbas ke 5 kecamatan, tapi saat ini tinggal 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Turi dan Kalitengah.
Saat ini, pihaknya sudah mengaktifkan pompa air yang menuju ke Bengawan Solo dengan kapasitas yang besar. "Pompa sudah kita aktifkan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar dan genangan-genangan air bisa segera surut,” terang Yuhronur
Mereka, kata Imron, biasanya menggunakan sepeda onthel dari rumah untuk berangkat ke sekolah namun saat ini jalan menuju sekolah rusak dan kebanjiran. "Selain untuk menjaga keselamatan, naik perahu juga masih didampingi orang tua sejak dari rumah hingga masuk sekolah," imbuhnya. Imron berharap agar pemerintah bisa secepatnya membangun jalan yang rusak akibat banjir ini.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, banjir jilid 2 di Lamongan ini berimbas ke 5 kecamatan, tapi saat ini tinggal 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Turi dan Kalitengah.
Saat ini, pihaknya sudah mengaktifkan pompa air yang menuju ke Bengawan Solo dengan kapasitas yang besar. "Pompa sudah kita aktifkan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar dan genangan-genangan air bisa segera surut,” terang Yuhronur
(msd)
Lihat Juga :