Dua Bulan Banjir Tak Surut, Pelajar Lamongan Terpaksa Sekolah Naik Perahu

Rabu, 03 Maret 2021 - 14:01 WIB
loading...
Dua Bulan Banjir Tak...
Sejumlah pelajar Madrasah Tsanawiyah terpaksa ke sekolah naik perahu karena akses jalan terendam banjir sejak dua bulan terakhir.Foto/Abdul Wakhid
A A A
LAMONGAN - Banjir yang sudah berlangsung selama dua bulan di Lamongan memaksa para pelajar menggunakan perahu untuk ke sekolah. Jalan desa yang tergenang air membuat anak-anak tak lagi bisa ke sekolah bersepeda.

Pelajar yang memanfaatkan perahu untuk berangkat sekolah tersebut adalah para pelajar di Madrasah Ibtidaiyah Thoriqotus Salam Desa Simosari, Kecamatan Kalitengah. Mereka terpaksa sekolah dengan menggunakan perahu karena jalan menuju sekolah terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga: Banjir Jilid 2 Terjang Lamongan, Luapan Anak Bengawan Solo Rendam 62 Desa

Setiap hari para pelajar ini harus menempuh perjalanan sejauh 2 kilometer menggunakan perahu kecil menyusuri sungai. "Karena jalannya terendam air banjir, sekolah ya naik perahu," kata Ilham Kiromul Fateha, salah seorang pelajar yang sekolah di MI Thoriqotus Salam pada wartawan.

Ilham mengaku, banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero membuat jalan desa mereka terendam banjir. Kondisi jalan yang terendam banjir pun rusak dan sulit dilalui menggunakan roda dua.

Baca juga: Penuh Kesabaran, Kombes Leo Ajak dan Ajarkan Cara Mengenakan Masker Kepada Santri

Ongkos naik perahu inipun tidak mahal, hanya Rp. 3 ribu untuk pergi dan pulang sekolah. "Kalau pakai sepeda takut terjatuh karena jalannya rusak akibat banjir dan biar tidak telat ya berangkat lebih pagi sambil menunggu jemputan perahunya datang," aku Ilham.

Salah seorang guru di MI Thoriqotus Salam, Muhammad Imron mengaku baru pertama kali ini para siswa di sekolahnya menggunakan perahu sebagai alat transportasi untuk berangkat ke sekolah.

Mereka, kata Imron, biasanya menggunakan sepeda onthel dari rumah untuk berangkat ke sekolah namun saat ini jalan menuju sekolah rusak dan kebanjiran. "Selain untuk menjaga keselamatan, naik perahu juga masih didampingi orang tua sejak dari rumah hingga masuk sekolah," imbuhnya. Imron berharap agar pemerintah bisa secepatnya membangun jalan yang rusak akibat banjir ini.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, banjir jilid 2 di Lamongan ini berimbas ke 5 kecamatan, tapi saat ini tinggal 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Turi dan Kalitengah.

Saat ini, pihaknya sudah mengaktifkan pompa air yang menuju ke Bengawan Solo dengan kapasitas yang besar. "Pompa sudah kita aktifkan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar dan genangan-genangan air bisa segera surut,” terang Yuhronur
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Banjir Bogor dan Jakarta:...
Banjir Bogor dan Jakarta: Alarm Keras Transformasi Tata Kota Berbasis Air
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved